Pertamina Bukukan Lompatan Kinerja 2024, Produksi Migas Tembus 1 Juta BOE per Hari

JAKARTA, BN NASIONAL – PT Pertamina (Persero) mencatat capaian kinerja cemerlang sepanjang 2024, dari hulu hingga hilir. Tak hanya sukses mempertahankan ketahanan energi nasional, Pertamina juga mencatatkan lonjakan signifikan di sektor produksi migas yang menembus angka 1 juta barrel oil equivalent per hari (BOEPD).

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa 2024 merupakan tahun penuh tantangan, namun mampu dilalui dengan solid oleh seluruh lini bisnis. Capaian ini, menurut Simon, membuktikan daya tahan dan adaptabilitas BUMN energi nasional dalam menghadapi dinamika global.

“Sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan energi nasional, sepanjang tahun 2024 seluruh lini bisnis Pertamina bergerak secara sinergis untuk memperkuat 4 aspek utama, yaitu Availability, Accessibility, Affordability dan Acceptability. Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia emas 2045 dan 8 misi Pembangunan strategis yang terangkum dalam Asta Cita,” ujar Simon dalam keterangannya, dikutip Senin (16/6/2025). 

Baca juga  Kanada Perkenalkan Teknologi Reaktor CANDU: Solusi Listrik dan Produksi Radioisotop untuk Indonesia

Pertamina menargetkan kontribusi maksimal terhadap target produksi nasional sebesar 1 juta barrel minyak per hari pada 2030, bahkan lebih cepat. Simon juga menyebutkan bahwa belanja nasional Pertamina telah menyentuh angka Rp415 triliun sepanjang 2024, berkontribusi terhadap 4,1 juta lapangan kerja dan mendorong PDB nasional hingga Rp702 triliun.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyatakan bahwa keberhasilan produksi migas yang berkelanjutan menjadi kunci menjamin ketersediaan energi nasional.

“Produksi migas yang meningkat secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjamin ketersediaan energi di seluruh Indonesia yang pada gilirannya akan menumbuhkan seluruh sektor ekonomi,” ujarnya.

Pertamina melakukan pengeboran masif sepanjang tahun lalu, mencakup 22 sumur eksplorasi, 821 pengembangan, 981 workover, dan lebih dari 36 ribu intervensi sumur. Sementara di sektor kilang, Pertamina mampu mencapai yield valuable sebesar 83,2% dari total intake sekitar 320 juta barrel, yang menyuplai 70% kebutuhan BBM nasional dan 100% untuk avtur serta biosolar.

Baca juga  INPEX Tegaskan Siap Produksi Proyek LNG Abadi, Jadi yang Pertama Gunakan Teknologi CCS Sejak Awal

Di hilir, penjualan BBM naik 6% menjadi 105 juta kiloliter. Penyaluran BBM subsidi juga tetap efisien berkat digitalisasi sistem distribusi.

“Dengan digitalisasi, Pertamina berhasil menjaga distribusi BBM Subsidi sesuai dengan kuota yang ditetapkan Pemerintah bahkan berhasil melakukan efisiensi,” tandas Fadjar.

Pertamina juga mencatatkan capaian besar di sektor gas dengan penguasaan 91% pangsa pasar nasional dan pertumbuhan volume transmisi sebesar 6%. Di sektor energi hijau, produksi listrik dari EBT melonjak 55% menjadi 8.475 GWh, terutama dari PLTGU Jawa Satu Power.

Capaian dekarbonisasi juga menjadi sorotan. Pada 2024, Pertamina berhasil menekan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 1,7 juta ton CO₂e.

“Pertamina berkomitmen mendukung target pengurangan emisi dan NZE 2060 dengan menjadi Perusahaan kelas dunia yang ramah lingkungan,” tambah Fadjar.