Jakarta, BN Nasional – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan pengeboran sumur Migas Non Konvensional (MNK) di Blok Rokan Provinsi Riau dengan kedalam 8.559 kaki.
Pengeboran ini dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), sumur MNK Blok Rokan perdana ini berlokasi di Lapangan Gulamo, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir dan langsung diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
Arifin mengatakan, momen ini merupakan pertama untuk bisa memanfaatkan potensi yang cukup besar yang selama ini Indonesia miliki.
“Memang harus kita eksploitasi agar kita agar kita bisa menjamin ketahanan energi nasional untuk masyarakat,” kata Arifin saat acara peresmian, Kamis (27/7/2023).
Potensi MNK yang ada di Blok Rokan mencapai 1,28 miliar barel. Tentunya apabila hal tesebut dapat dimanfaatkan dengan optimal maka akan bisa mengurangi impor minyak Indonesia yang mencapai 1 juta barel minyak.
Arifin berharap pengeboran Sumur Gulamo Eksporasi MNK tidak berhenti pada tahap uji sampel dan analisa sumur saja, melainkan juga harus dilanjutkan ke depannya.
“Usai uji sampel dan analisa dilanjutkan sebagai sumur pilot fracturing hingga dapat membuktikan produktifitas dan awal pengembangan MNK di Indonesia,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kinerja kepada semua pihak yang telah mendukung untuk pengeboran Tajak Sumur Gulamo Eksplorasi MNK pertama, dan tetap mengedepankan keselamatan kerja. “Selamat kepada seluruh jajaran Pertamina, Pemprov, SKK Migas dan Ditjen Migas, we proud of you,” ujar Arifin.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, pengeboran sumur Gulamo eksplorasi MNK ini merupakan salah satu dari empat strategi SKK Migas dalam road to giant discovery minyak dan gas bumi di Indonesia.
“untuk menggali potensi hidrokarbon di central sumatera basin yang diperkirakan akan memiliki potensi inplace sebesar 1,86 miliar barel minyak dan gas 2,4 tcf triliun kaki kubik gas.” kata Dwi.
Ia juga mengatakan bahwa basin atau cekungan ini merupakan bagian dari central sumatera basin yang menyimpan lebih besar lagi potensi MNK, jadi apa yang dilakukan ini adalah masih sebagian dari sentral sumatera basin. tentunya kita semua berharap sumur gulamo ini dapat membuka jalan untuk mengakses MNK.
Direktur Utama PHR Chalid Said Salim mengatakan, PHR telah menggandeng EOG Resources untuk melakukan studi evaluasi potensi (teknis) MNK Blok Rokan. EOG merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang telah terbukti berhasil mengusahakan dan mengembangkan sumber daya MNK di Amerika Serikat.
“Dengan pengalaman yang dimiliki EOG dan didukung oleh KESDM diharapkan usaha ini akan membuahkan hasil untuk menemukan cadangan migas yang lebih besar lagi untuk mewujudkan ketahanan energi nasional dan mencapai target produksi 1 juta barel pada tahun 2030,” jelas Chalid.
Sebagai informasi, Potensi MNK di WK Rokan berada pada formasi Pematang Brownshale dan Lower Red Bed pada kedalaman lebih dari 6.000 ft. Sumur MNK Gulamo dengan rencana total kedalaman 8.559 ft Measured Depth (MD) adalah salah satu dari dua sumur eksplorasi vertikal yang direncanakan oleh PT PHR, sebagai tahapan eksplorasi MNK Rokan.
Operasi pengeboran sumur eksplorasi MNK Gulamo akan menggunakan rig berukuran besar dengan tenaga 1.500 Horse Power (HP). Sebagai pembanding, operasi eksplorasi dan eksploitasi migas konvensional di wilayah kerja Rokan umumnya menggunakan Rig 350 HP/550 HP/750 HP. Diperlukan area well pad yang cukup luas sekitar 2,5 ha atau 2,5 kali lebih luas dari well pad pada umumnya. Pada tahap pengembangan, well pad ini dapat mengakomodasi sekitar 8 kepala sumur pengembangan.
Berdasarkan hasil assesment Energy Information Administration (EIA, 2013) Amerika Serikat, potensi MNK pada lima cekungan di Indonesia, terdapat sumberdaya gas dan minyak in-place sebesar 303 TCF dan 234 BBO (miliar barel minyak). Salah satu potensi sumber daya MNK itu berada pada cekungan sentral sumatera basin, dimana Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh PHR merupakan bagian dari cekungan tersebut. (Louis/Rd)





