Polusi Udara Akibat Batu Bara, Jalanan dan Taman Bermain di Beijing Ditutup

by admin
2 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Tiongkok, negara penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia, telah meningkatkan produksi batu baranya setelah rantai pasokan dalam beberapa bulan terakhir digoyahkan oleh krisis energi karena target emisi yang ketat dan rekor harga bahan bakar fosil.

Para pemimpin dunia telah berkumpul di Glasgow awal pekan ini untuk negosiasi di KTT Iklim COP-26 yang dianggap sebagai salah satu peluang terakhir untuk mencegah bencana perubahan iklim. Presiden Tiongkok , Xi Jinping tak hadir di acara tersebut dan hanya membuat pidato tertulis.

Kabut asap tebal menyelimuti sebagian besar Tiongkok utara pada hari Jumat, dengan jarak pandang di beberapa daerah berkurang menjadi kurang dari 200 m, menurut ramalan cuaca di negara itu.

Sekolah-sekolah di Beijing, ibu kota negara yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada Februari ini, diperintahkan untuk menghentikan kelas pendidikan jasmani dan kegiatan di luar ruangan.

Jalan raya menuju ke kota-kota besar termasuk Shanghai, Tianjin dan Harbin ditutup karena jarak pandang yang buruk.

Polutan yang terdeteksi pada Jumat oleh stasiun pemantauan di kedutaan AS di Beijing mencapai tingkat yang didefinisikan sebagai “sangat tidak sehat” untuk populasi umum.

Tingkat partikel kecil, atau PM 2.5, yang menembus jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan penyakit pernapasan, berkisar sekitar 230 – jauh di atas batas yang direkomendasikan WHO yaitu 15.

Pihak berwenang di Beijing menyalahkan polusi pada kombinasi “kondisi cuaca yang tidak menguntungkan dan penyebaran polusi regional” dan mengatakan kabut asap kemungkinan akan bertahan hingga setidaknya Sabtu malam.

Tetapi akar penyebab kabut asap di Tiongkok utara adalah pembakaran bahan bakar fosil, kata manajer iklim dan energi Greenpeace Asia Timur Danqing Li.

Tiongkok menghasilkan sekitar 60 persen energinya dari pembakaran batu bara.

Tiongkok telah meningkatkan produksi batu bara untuk mengurangi kekurangan energi yang memaksa pabrik-pabrik tutup dalam beberapa bulan terakhir.

Rata-rata produksi batu bara harian pada pertengahan Oktober adalah 1,1 juta ton lebih tinggi dari akhir September, menurut pernyataan hari Minggu oleh badan perencanaan ekonomi utama negara itu.

Sumber

related posts