Produksi Blok Rokan Akan Disalip Blok Cepu Melalui Kontrak PDSI dan EMCL

Jakarta, BN Nasional – PT Pertamina Driling Service Indonesia (PDSI) bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melakukan penandatangan kontrak kerja sama untuk kembali menggarap tujuh sumur di lapangan Banyu Urip Blok Cepu mulai 1 Maret 2024.

EMCL menggarap sumur lapangan menggunakan rig PDSI yang bersepesifikasi Rig Cyber Electric VFD System dengan kapasitas 1500 HP yang memiliki keunggulan dalam fast walking/skiding, compact rig, batch driling.

Saat ini produksi Blok Rokan sebanyak 172 ribu barel per hari dan menjadikan blok dengan produksi nomor satu di Indonesia, sementara Blok Capu berada di 157 ribu barel per hari dan siap menyalip kedudukan Blok Rokan pada Maret 2024.

“Sekarang 157 barel per hari (Blok Cepu) produksinya dan dengan potensi infill clastic akan ada kenaikan sekitar 18 ribu barel per hari, Jadi nanti tentu akan kembali nomor satu,” kata Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) Dwi Soetijpto dalam acara Penandatangan kontrak kerjasama antara PDSI dan EMCL di Jakarta, (10/8/2023).

Baca juga  Tampil Perdana di IIMS 2023, Bos Esemka : Kami Pure Bisnis

Dengan penambahan 18 ribu barel per hari, maka Blok Cepu di Maret 2024 akan memproduksi minyak sebanyak 175 barel per hari, tentu akan menjadi Blok dengan produksi minyak paling banyak di Indonesia.

President EMCL Carole J. Gall mengatakan, sebelumnya Driling Campaign bersama PDSI telah menghasilkan sebanyak 600 juta bareal minyak hingga saat ini yang melampaui target 450 juta barel.

“Kami nantikan kesuksesan yang berkelanjuta dengan kampanye yang akan datang dan berharap untuk berkontribusi lebih aktif lagi pada target produksi nasional, bagi Indonesia adalah cadangan dan bagi Indonesia adalah kekayaan,” kata Carole.

Program Banyu Urip Infill Clastic tidak hanya sebagai bukti komitmen EMCL untuk Indonesia, tapi juga merupakan bukti kolaborasi yang kuat dan kemitraan strategis antar semua pihak yang terlibat.

“Saya ingin ucapkan terimakasih kepada Pak Tjip (Kepala SKK Migas) dan selutuh tim atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan dalam proyek ini, dukungan ini sangat penting,” katanya.

Baca juga  BI Luncurkan Tujuh Pecahan Uang Kertas Baru

Direktur Utama Pertamina Drilling Rio Dasmanto mengatakan, kontrak tujuh sumur yang dimulai pada 1 Maret 2024 antara PDSI dengan EMCL ini berjalan selama satu setengah tahun, masing-masing sumur akan dilakukan pengeboran kurang lebih dua bulan. Dari kontrak ini, nilai yang digelontorkan EMCL untuk menggarap tujuh sumur ini sebanyak $32 juta USD dan merupakan harga yang bagus untuk PDSI.

“$32 juta USD untuk 7 sumur ini, harga yang bagus,” kata Rio. (Louis/Rd)