Produksi Logam Timah Dunia 2024 Mengalami Penurunan

JAKARTA, BN NASIONAL – Produksi logam timah dunia di tahun 2024 mengalami penurunan. Secara keseluruhan produksi timah olahan sebanyak 371.200 ton, perusahaan yang paling banyak produksinya, yakni Yunnan Tin di China.

“Produksi timah olahan global pada tahun 2024 mencapai 371.200 ton, turun 2,7% dari tahun 2023. Sekitar 63% timah ini berasal dari sepuluh pabrik peleburan terkemuka, yang produksi kolektifnya meningkat sebesar 14.300 ton,” tulis Analis Senior Intelijen Pasar dari International Tin Association (ITA) Tom Langston dalam laporannya, Jumat (14/3/2025).

Sedangkan, untuk indonesia volume ekspor logam timah pada tahun 2024 sebesar 46.000 ton, 18.900 ton diantaranya berasal dari PT Timah.

“Rilis volume ekspor Indonesia total tahun 2024 hanya di bawah 46.000 ton, turun 33% dari tahun sebelumnya,” kata Market Analyst International Tin Association (ITA) Freddie Mitchell dalam laporannya, Jumat (17/1/2025).

Baca juga  Swasembada Energi Jadi Fokus Utama Kementerian ESDM

Sebelumnya, Freddie mengatakan, ekspor Indonesia saat ini sedang berlanjut secara perlahan merangkak naik karena skema perizinan baru yang dikeluarkan Kementerian ESDM.

Salah satu skema perizinan yang dikeluarkan Kementerian ESDM, yakni penerapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang berlaku selama 3 tahun.

“Ekspor telah dilanjutkan, meskipun tidak terlalu banyak, menandakan rezim perizinan baru mungkin telah mengurangi gangguan musiman yang biasa terjadi,” jelas Freddie.

Sebelumnya, ekspor logam timah pada semester I 2024 juga mengalami penuruna jika dibandingkan tahun 2023, yakni sebanyak 14.752 ton atau menurun 44 persen.