25.2 C
Jakarta
Sabtu, September 30, 2023

Proyek Rahasia Konstruksi Pengapalan China di UEA Disetop

Jakarta, BN Nasional — Proyek pelabuhan telah menjadi fokus keterlibatan diplomatik dalam beberapa bulan terakhir oleh pejabat senior AS dan anggota parlemen terkemuka di Capitol Hill. Hal ini berpotensi membahayakan penjualan jet tempur canggih AS dan amunisi canggih lainnya ke UEA.

“Terakhir kami periksa, kami telah berhasil meyakinkan Emirat untuk menutup proyek tersebut. Tapi itu masih menjadi masalah yang terus bergulir,” kata salah satu sumber yang akrab dengan intelijen, dilansir CNN, Sabtu (20/11).

The Wall Street Journal pertama kali melaporkan bahwa pembangunan fasilitas tersebut telah dihentikan. Pejabat AS selama satu tahun telah mengamati pembangunan konstruksi pengapalan China yang diyakini sebagai fasilitas militer di dalam pelabuhan komersial Khalifa.

Amerika Serikat menganggap UEA sebagai mitra kunci dalam upaya kontraterorisme di wilayah tersebut. Paman Sam menempatkan ribuan tentara yang berbasis di pangkalan udara Emirati, yang terletak sekitar 20 mil di luar Abu Dhabi.

China dan UEA mengatakan, pelabuhan sebagai murni untuk urusan komersial. Namun intelijen AS telah mengamati kapal yang disamarkan sebagai kapal komersial. Hal ini diakui oleh para pejabat sebagai jenis kapal yang biasanya digunakan oleh militer China untuk pengumpulan sinyal intelijen yang memasuki pelabuhan.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar UEA di Washington mengatakan, UEA tidak pernah memiliki kesepakatan, rencana, pembicaraan atau niat untuk menjadi tuan rumah pangkalan militer atau pos terdepan dalam bentuk apa pun.

China telah berusaha untuk mengembangkan pelabuhan komersial di pos-pos di seluruh dunia. Pejabat AS menilai pembangunan pos-pos tersebut sebagai upaya untuk mengembangkan pijakan terhadap akses militer. Sejauh ini China telah mengembangkan pelabuhan komersial di Pakistan dan Sri Lanka, termasuk membangun pangkalan militer luar negeri pertamanya di Djibouti pada 2017.

Pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump dan pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah berusaha menekan UEA untuk menghentikan proyek pembangunan di pelabuhan, yang dijalankan oleh konglomerat pengapalan China. Anggota parlemen senior AS juga membahas proyek pelabuhan dengan putra mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed, ketika melakukan kunjungan ke wilayah tersebut pada Juni.

Militer China di Timteng

Senator Jim Inhofe dari Oklahoma, yang merupakan seorang Republikan teratas di Komite Angkatan Bersenjata Senat, mengatakan, dia telah membahas keprihatinan bersama mengenai kegiatan militer China di Timur Tengah dengan Mohammed bin Zayed. Pejabat AS mengatakan, kehadiran China di UEA dapat membahayakan penjualan jet tempur F-35, drone Reaper, dan amunisi canggih lainnya senilai 23 miliar dolar AS.

“F-35 adalah permata mahkota kami. Kami harus mampu melindungi teknologi dan keamanan untuk semua mitra kami. Itu adalah percakapan yang kami lakukan dengan Emirat tentang pilihan apa yang dapat mereka buat sekarang, untuk memastikan mereka dapat menjadi bagian dari program F-35,” ujar Wakil Asisten Menteri Luar Negeri Mira Resnick.

Resnick mengatakan, Amerika Serikat tetap menjadi mitra pilihan semua sekutu di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, tidak ada negara pesaing lain yang mampu menawarkan sesuatu seperti yang dilakukan AS. “Tidak ada pesaing strategis yang mampu, mereka tidak mampu atau mau menawarkan apa yang ditawarkan Amerika Serikat. Jadi mitra dan sekutu kami sangat menyadari hal itu, dan itulah sebabnya mereka secara konsisten memilih Amerika Serikat,” kata Resnick.

Upaya pemerintahan Biden menghentikan pembangunan fasilitas pengapalan China di pelabuhan UEA merupakan kemenangan diplomatik AS. Inhofe berharap pemerintahan Biden dapat melanjutkan dialog yang produktif untuk mengedepankan penjualan jet tempur F-35.

“Saya sangat senang dengan perkembangan ini hari ini. Saya berharap pemerintahan Biden melanjutkan percakapan yang produktif dengan teman-teman Emirat kami untuk memajukan penjualan F-35, yang akan membangun hubungan jangka panjang,” ujar Inhofe.

Sumber.

Latest articles

spot_img

Related articles