Rusia Resmi Jadi Pemasok Minyak Terbesar untuk China

Moskwa, BN Nasional  – Rusia telah menjadi pemasok minyak terbesar untuk China setelah menjual minyak mentah dengan harga diskon ke Beijing di tengah sanksi atas serangan Rusia ke Ukraina. Impor minyak Rusia naik 55 persen dari tahun sebelumnya ke level rekor di bulan Mei, menggusur posisi Arab Saudi sebagai penyedia minyak terbesar bagi China.

China telah meningkatkan pembelian minyak Rusia meskipun permintaan berkurang oleh pembatasan Covid dan ekonomi yang melambat. Pada Februari, China dan Rusia menyatakan persahabatan mereka “tanpa batas”.

Dan perusahaan China, termasuk raksasa penyulingan negara Sinopec dan Zhenhua Oil yang dikelola negara, telah meningkatkan pembelian minyak mentah Rusia dalam beberapa bulan terakhir.

Peningkatan pembelian terjadi setelah China ditawari diskon besar-besaran, karena pembeli di Eropa dan AS menghindari energi Rusia sejalan dengan sanksi atas perang di Ukraina.

Baca juga  Juara F1 Max Verstappen memenangkan Grand Prix Bahrain pembuka musim di tengah kekacauan Red Bull

Impor ke China, yang meliputi pasokan yang dipompa melalui pipa Samudra Pasifik Siberia Timur dan pengiriman melalui laut, mencapai hampir 8,42 juta ton bulan lalu, menurut data dari Administrasi Umum Kepabeanan China sebagaimana dilansir BBC pada Senin (20/6/2022).

Jumlah itu menggeser posisi Arab Saudi – yang sebelumnya merupakan sumber minyak mentah terbesar China – ke posisi kedua dengan 7,82 juta ton.

Pada Maret, AS dan Inggris mengatakan mereka akan melarang minyak Rusia. Sementara Uni Eropa berupaya untuk mengakhiri ketergantungannya pada gas Rusia, karena Barat meningkatkan respons ekonomi terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Pada saat itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan langkah itu menargetkan “arteri utama ekonomi Rusia”.

Ekspor energi merupakan sumber pendapatan vital bagi Rusia, tetapi langkah tersebut juga kemungkinan akan berdampak pada konsumen Barat. Pekan lalu, sebuah laporan oleh lembaga think tank Center for Research on Energy and Clean Air (CREA) mengatakan Rusia memperoleh pendapatan hampir 100 miliar dollar AS (Rp 1,4 kuadriliun) dari ekspor bahan bakar fosil, dalam 100 hari pertama invasi ke Ukraina, meskipun ada penurunan ekspor di bulan Mei.

Baca juga  “Gencatan senjata permanen adalah satu-satunya jaminan yang akan mengakhiri pembantaian”

Uni Eropa menyumbang 61 persen dari impor tersebut, dengan nilai transaksi mencapai sekitar 59 miliar dollar AS (Rp 875,5 triliun).

Secara keseluruhan, ekspor gas dan minyak Rusia turun dan pendapatan Moskwa dari penjualan energi juga menurun dari puncaknya lebih dari 1 miliar dollar AS (Rp 14,8 triliun) per hari pada Maret.

Tetapi pendapatan Rusia masih melebihi biaya perang Ukraina selama 100 hari pertama. CREA memperkirakan bahwa Kremlin mengeluarkan biaya perang Rusia ke Ukraina menghabiskan sekitar 876 juta dollar AS (Rp 12,9 triliun) per hari.

Angka pada Senin (20/6/2022) juga menunjukkan bahwa China mengimpor 260.000 ton minyak mentah Iran bulan lalu, pengiriman ketiga minyak Iran sejak Desember lalu. China terus membeli minyak Iran meskipun ada sanksi AS terhadap Teheran. (Rd)

Sumber : https://www.kompas.com/global/read/2022/06/20/160300770/rusia-resmi-jadi-pemasok-minyak-terbesar-untuk-china?page=all#page2

Baca juga  Bahasa Indonesia, Salah Satu Bahasa Negara yang Berkembang Pesat di Dunia