Sandra Mason Resmi Jadi Presiden Pertama Barbados

by admin
1 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Ia terpilih menjadi kepala negara pulau Karibia, menggantikan Ratu Inggris Elizabeth II, dan dikonfirmasi pada pelantikannya pada Senin (29/11/2021) tengah malam saat Barbados resmi menjadi negara republik.

Karier Mason dimulai sebagai guru, juru tulis, dan kemudian pengacara, sebelum serangkaian perannya di bidang hukum, resmi membuatnya menjadi gubernur jenderal, atau wakil ratu, pada tahun 2018.

Sebagai presiden, Mason akan memegang jabatan tertinggi di negara itu dan kekuasaannya tidak lagi dipegang sistem monarki. Tetapi tugasnya sebagian besar bersifat seremonial, dalam banyak kasus membutuhkan tanda tangan bersama perdana menteri.

Lahir di distrik kelas pekerja St Philip, Mason (72), memuji sistem pendidikan publik Barbados atas pencapaiannya yang luar biasa.

“Pendidikan di Barbados gratis,” katanya. “Anda dapat mencapai apa pun yang Anda inginkan, dan karena itu, saya merasa berkewajiban … untuk memberikan sesuatu kembali.”

Dia menyelesaikan gelar sarjana hukum di Universitas Hindia Barat (UWI), universitas negeri satu-satunya di negara itu, pada tahun 1973, dan dipanggil ke pengadilan pada tahun 1975 sebagai pengacara yang berpraktik.

Mason bekerja di Barclays Bank sebagai pengacara sebelum menjadi hakim dan tutor hukum keluarga. Pada tahun 1997, ia menjadi Panitera Mahkamah Agung.

Sebagai gubernur jenderal, Mason menyampaikan “pidato takhta” tahunan, yang ditulis oleh perdana menteri.

Pidato tahun 2020 menyatakan waktunya telah tiba untuk “sepenuhnya meninggalkan masa lalu kolonial”.

“Orang Barbados menginginkan kepala negara Barbados … Ini adalah pernyataan keyakinan tertinggi tentang siapa kita dan apa yang mampu kita capai,” isi tulisan teks Perdana Menteri Mia Mottley.

Pada 21 Oktober 2021, Mason terpilih menjadi presiden pertama Barbados hampir dengan suara bulat pada pertemuan khusus majelis rendah dan tinggi parlemen.

Sumber.

related posts