25.4 C
Jakarta

Tahun 2025, Kementerian ESDM Usulkan Anggaran Sebesar Rp9,38 Triliun

Published:

JAKARTA, BN NASIONAL

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2025 mengusulkan anggaran sebesar Rp9,38 triliun. Usulan tersebut tertuang dalam Rencana Kerja & Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) untuk Tahun Anggaran (TA) 2025.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, Jumlah ini naik d ibandingkan nominal Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI) Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, yang menetapkan Pagu Indikatif Kementerian ESDM TA 2025 sebesar Rp3,91 triliun.

“Pagu indikatif ini terdiri dari dana Rupiah Murni (RM) sebesar Rp3,13 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unit Penghasil sebesar Rp282,01 miliar, dan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp493,59 miliar,” kata Arifin dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (5/6/2024).

Arifin menambahkan, SBPI TA 2025 belum mencakup PNBP Royalti Minerba dan Penjualan Hasil Tambang (PHT). PNBP Royalti Minerba sebesar 1.196,00 miliar akan d idistribusikan ke enam unit eselon I KESDM, sedangkan PNBP PHT sebesar 4.279,50 miliar akan d igunakan untuk pembangunan Pipa Cisem dan Dusem.

“Rencana Kerja KESDM Tahun 2025 memperhitungkan pemenuhan anggaran yang bersifat wajib, seperti gaji dan operasional kantor, serta kegiatan agenda pembangunan. Distribusi pagu per Unit Organisasi harus d ilakukan secara efisien dan tepat guna,” jelas Arifin.

Secara rinci, aggaran tersebut akan d idistribusikan ke setiap unit-unit di lingkungan Kementerian ESDM masing-masing sebagai berikut, Sekretariat Jenderal sebesar 565,73 miliar, Inspektorat Jenderal sebesar 140,60 miliar, D itjen Minyak dan Gas Bumi sebesar 4.828,39 miliar, D itjen Ketenagalistrikan sebesar 491,53 miliar, D itjen Mineral dan Batubara sebesar 742,13 miliar, D itjen EBTKE sebesar 555,98 miliar, Dewan Energi Nasional sebesar 63,78 miliar, BPSDM ESDM sebesar 654,04 miliar, Badan Geologi sebesar 994,61 miliar, BPH Migas sebesar 254,29 miliar, dan BPMA sebesar 94,12 miliar.

“Sebesar 55,3% atau Rp5,19 triliun dari Pagu Indikatif 2025 d ialokasikan untuk infrastruktur dan survei sumber daya alam. Proyek-proyek ini mencakup pembangunan Pipa Cisem Tahap II, BPBL, PLTS Penunjang, PLTS, PLTMH, PLTM, mitigasi bencana geologi, dan pos pengamatan gunung api,” katanya.

Namun, Arifin mengungkap bahwa Pagu Indikatif 2025 belum mengakomodir beberapa kegiatan prioritas, termasuk pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 100.000 sambungan rumah (SR), konkit untuk petani sebanyak 10.000 paket, dan konkit untuk nelayan sebanyak 15.000 paket.

Untuk itu, Menteri ESDM meminta dukungan dari Komisi VII DPR RI untuk tambahan anggaran sebesar 1,2 triliun yang bersumber dari dana RM. Terhadap usulan ini, Komisi VII DPR RI akan melakukan pembahasan lebih lanjut secara detail dengan seluruh Eselon I Kementerian ESDM.**

Related articles

Recent articles

spot_img