Warga sipil yang sakit dan terluka tidak dapat melakukan perjalanan melalui penyeberangan Rafah

GAZA, (Foto)

Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza telah memperingatkan bahwa banyak pasien dan warga sipil yang terluka tidak akan dapat melakukan perjalanan untuk perawatan medis ke luar negeri setelah tentara pendudukan Israel menguasai perbatasan Rafah.

“Kami memiliki daftar perjalanan ribuan orang yang terluka dan sakit, tetapi sekarang mereka dilarang bepergian ke luar negeri,” kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Kementerian Kesehatan juga mengatakan bahwa penutupan penyeberangan Rafah mencegah truk yang membawa pasokan medis dan bahan bakar mencapai rumah sakit di Gaza.

Kementerian Kesehatan meminta negara-negara yang telah berjanji untuk menerima pasien dan warga yang terluka agar memenuhi komitmen mereka dalam hal ini dan segera berupaya memfasilitasi keberangkatan mereka dari Gaza melalui penyeberangan Rafah.



Baca juga  Mark Dodson, Pengisi Suara Gremlins dan Star Wars, Meninggal di Usia 64 Tahun