Blok Rokan Jadi Percontohan Pengeboran MNK Pertama untuk Tingkatkan Produksi Minyak

JAKARTA, BNNASIONAL – Pada bulan Oktober ini, PT Pertamina (Persero) hampir menyelesaikan pengeboran sumur Minyak dan Gas Non Konvensional (MNK) di Blok Rokan dengan kedalaman mencapai 8.559 kaki.

Blok Rokan akan menjadi percontohan nasional bagi proyek MNK di lapangan migas lainnya.

Menurut Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), contoh batuan telah diambil dari Lapangan Gulamo, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, yang memiliki ukuran puluhan meter.

“Nantinya, contoh batuan ini akan diukur untuk menentukan jumlah karbonnya. Hasil ini akan menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut di sumur MNK ini,” kata Tutuka setelah acara Penghargaan Keselamatan Migas 2023 di Jakarta pada Selasa (3/10/2023).

Blok Rokan saat ini menjadi fokus utama pemerintah sebagai proyek pertama MNK di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menggali cadangan minyak dan gas yang tersimpan di formasi-formasi geologi non konvensional.

Baca juga  Antam Tersandera Regulasi, Stok Bauksit dan Feronikel Tak Terserap Pasar

“Kami berusaha mengejar minyak yang ‘tertahan’ di dapur bumi ini. Jika ada larutan minyak, maka pasti ada sumbernya yang kita akan kejar,” tambahnya.

Selanjutnya, Blok Cepu juga merupakan salah satu proyek yang berpotensi untuk mengembangkan MNK di Indonesia.

“Kemungkinan besar ya. Namun, dalam mencari minyak non konvensional, salah satu syarat utama adalah kualitas batuan yang digunakan. Rokan dikenal memiliki kualitas batuan yang sangat baik di Indonesia,” jelas Tutuka.(*)