Indonesia-AS Sepakati Limited FTA untuk Nikel

JAKARTA, BN NASIONAL – Indonesia dan AS setujui Limited Free Trade Agreement (FTA). Fokus pada perdagangan bebas mineral kritis, khususnya nikel.

Menteri ESDM Arifin Tasrif sampaikan kesepakatan terbaru. “Presiden Jokowi dan Biden setuju buat Critical Mineral Program,” ungkapnya di kantor.

Kelompok kerja akan d ibentuk untuk merumuskan program ini. Tujuannya memperlancar perdagangan nikel dengan AS.

“Kita fokus nikel terlebih dahulu, kemudian komoditas lain mengikuti,” jelas Arifin. Program ini d iharapkan mempercepat perdagangan.

Nikel menjadi fokus karena pentingnya bagi energi global. “Produk nikel kita penting untuk transisi energi,” tambah Arifin.

Program Limited FTA ini respons atas diskriminasi pajak AS. Terkait produk mineral kritis Indonesia dalam Inflation Reduction Act (IRA).

Menko Marves Luhut Pandjaitan yakin Indonesia punya daya tawar. Sumber daya mineralnya d ibutuhkan untuk energi hijau.

Baca juga  Ritual Kepercayaan Kejawen Trimurti di Pantai Watu Ulo Jember Dibubarkan Polisi

“Tanpa FTA, AS juga rugi. Mereka butuh produk kita untuk energi hijau,” tutur Luhut. Keterangan ini d isampaikan Senin lalu.

Septian Hario Seto, Deputi Kemenko Marves, sebut Limited FTA khusus untuk mineral kritis. “Mirip dengan Jepang, untuk perdagangan mineral kritis,” kata Seto.

Ini menjadi langkah maju dalam hubungan dagang Indonesia-AS. Sebuah upaya untuk memanfaatkan potensi mineral kritis nasional.

Program ini akan membuka akses pasar AS bagi Indonesia. Memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global.

Menteri Arifin berharap kesepakatan cepat terlaksana. “Program harus segera jalan untuk manfaat bersama,” ujarnya.

Diskusi tentang rincian Limited FTA masih berlanjut. Detail akan d iumumkan setelah kelompok kerja selesai merumuskan.

Limited FTA d iharapkan meningkatkan ekspor Indonesia. Terutama untuk komoditas kritis yang memiliki nilai tambah tinggi.

Kesepakatan ini dipandang sebagai peluang baru. Untuk meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi antar kedua negara.

Baca juga  Buat Produsen, Distributor Sampai Ritel, Polda Jambi Keluarkan Peringatan untuk Tidak 'Bermain' Soal Minyak Goreng

Komitmen bersama ini menunjukkan pentingnya kerja sama. Dalam menghadapi tantangan transisi energi global saat ini.(*)