Investasi Blok Migas Ini Nilainya Fantastis

JAKARTA, BN NASIONAL.

Pengembangan Lapangan Abadi Masela di lepas pantai Maluku d iperkirakan menelan biaya sebesar US$34,754 miliar atau setara dengan Rp535,96 triliun. Hal ini terungkap dalam keterangan tertulis Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Minggu (3/12/2023).

“Inpex dapat melaksanakan kegiatan pengembangan Lapangan Abadi sesuai PoD,” kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji.

Pemerintah Setujui POD Revisi Kedua

Pemerintah telah menyetujui Plant of Development (PoD) revisi kedua Masela pada 28 November 2023 lalu. PoD revisi kedua Masela menambahkan CCS untuk menangkap CO2 dari Lapangan Masela.

Biaya pengembangan Lapangan Abadi Masela: US$20,9 miliar investasi, US$12,97 miliar operasi, US$830 juta ASR.

“Dengan demikian, total biaya pengembangan Lapangan Abadi Masela d iperkirakan mencapai US$34,754 miliar,” kata Tutuka.

Lapangan Abadi memiliki potensi cadangan gas sebesar 18,54 triliun standar cubic feet (TSCF). Cadangan gas Lapangan Abadi: 18,54 TSCF, produksi gas 16,38 TSCF, kondensat 255,28 MMSTB. Kapasitas produksi 1.600 MMSCFD + 150 MMSCFD (pipeline), kondensat 35.000 BCPD.

Baca juga  Ini Tujuan Kementerian ESDM Buat Klasifikasi Mineral Kritis

Kontrak Kerja Sama WK Masela d itandatangani tanggal 16 November 1998 untuk jangka waktu 30 tahun dan telah mendapatkan kompensasi waktu 7 tahun dan perpanjangan 20 tahun, sehingga kontrak akan berakhir pada 15 November 2055.(*)