INPEX Masela dan SKK Migas Terus Jalankan Tahapan Pengembangan Proyek LNG Abadi

JAKARTA, BN NASIONAL

Setelah d iambil alih oleh PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Petronas sebanyak 35 persen dari Shell pada Juli 2023, PT Pertamina (Persero) menetapkan target agar blok migas tersebut dapat onstream pada akhir 2029.

Blok tersebut, yang d ikenal sebagai Blok Masela, merupakan proyek LNG Abadi yang terletak di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Sebagai pemegang 65 persen hak partisipasi dan operator proyek, INPEX Masela Ltd terus melanjutkan tahapan pengembangan proyek.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama INPEX Masela telah menyelesaikan beberapa kegiatan. Ini guna melanjutkan pengembangan Blok Masela, termasuk pengadaan tanah dan pengadaan komponen fasilitas proyek LNG Abadi.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, menjelaskan bahwa pengadaan tanah kawasan non-hutan telah selesai dengan hasil penyerahan tanah seluas 28,9 hektare. INPEX Masela juga telah memulai pengadaan komponen fasilitas proyek, seperti Front End Engineering Design (FEED) dan studi terkait Carbon Capture and Storage (CCS).

Baca juga  Kebakaran Smelter Freeport Disebut Bahlil Sebagai Alasan untuk Ekspor Konsentrat Tembaga

SKK Migas terus mendorong INPEX Masela agar memastikan rencana pengembangan Blok Masela berjalan sesuai waktu yang telah d itetapkan. Koodinasi antara kedua belah pihak d ianggap penting untuk menangani kendala yang mungkin timbul.

Vice President Corporate Services INPEX Masela, Henry Banjarnahor, menyatakan bahwa mereka sedang mengevaluasi proposal prakualifikasi yang telah d iterima. INPEX Masela berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan bersinergi dengan SKK Migas dalam melaksanakan pengembangan proyek LNG Abadi.

Studi-studi mengenai Carbon Capture and Storage (CCS) juga sedang d igarap oleh INPEX bersama pihak ketiga. Ini termasuk kajian tentang Top Seal, Fault Seal, Reservoir Engineering, dan CO2 Injection Pipeline. D iharapkan selesai pada tahun 2024.

Blok Masela memiliki nilai investasi sebesar US$ 19,8 miliar dan d iharapkan dapat memproduksi gas serta minyak dengan jumlah yang signifikan. Proyek ini d iharapkan dapat menjadi kontributor penting bagi ketahanan energi Indonesia dan menyediakan pasokan energi bersih dalam jangka panjang, sejalan dengan upaya mencapai tujuan nol emisi CO2 pada tahun 2060.*[]

Baca juga  Mulai Juli 2022, Jual Beli Minyak Goreng Curah Kini Wajib Pakai PeduliLindungi