Pasar saham hari ini: Pasar Asia melemah setelah hilangnya data yang menunjukkan harapan bahwa penurunan suku bunga AS akan segera terjadi

BEIJING (AP) — Pasar Asia melemah pada hari Jumat, dengan indeks acuan Hong Kong anjlok hampir 2%, setelah serangkaian data ekonomi AS yang beragam memupus harapan bahwa pelonggaran suku bunga akan segera terjadi.

Harga minyak dan kontrak berjangka AS turun.

Nikkei 225 Tokyo turun 0,3% menjadi 38.707,64, sedangkan Kospi di Korea Selatan merosot 1,9% menjadi 2.666,84.

Hang Seng Hong Kong turun 1,7% pada 16,676.70 setelah laporan mengatakan harga rumah terus turun sejak Februari.

Pergerakan ini lebih menentukan di pasar obligasi, di mana imbal hasil Treasury naik setelah sebuah laporan menunjukkan inflasi sedikit berkurang lebih panas di tingkat grosir bulan lalu dari perkiraan para ekonom. Ini yang terbaru dalam a jaringan data pada inflasi itu sudah lebih buruk dari perkiraanyang menutup pintu atas harapan sebelumnya bahwa Federal Reserve bisa mulai memotong suku bunga pada pertemuan minggu depan.

Namun laporan lain yang dirilis pada hari Kamis juga menunjukkan adanya pelemahan perekonomian, sehingga masih ada harapan bahwa tren inflasi jangka panjang akan tetap menurun.

Pertanyaan yang ada di Wall Street adalah seberapa besar sinyal terbaru dari potensi inflasi yang membandel pada akhirnya akan menunda penurunan suku bunga. Hal ini pada gilirannya dapat merusak pergerakan besar saham-saham AS yang telah meningkat sejak akhir Oktober, yang meningkat dalam 16 dari 19 minggu terakhir.

Baca juga  Trailer Evil's Season 4 Mengungkapkan Sinister Spawn Terbaru 2024

Pejabat Fed akan memberikan perkiraan terbaru mereka mengenai arah suku bunga tahun ini pada hari Rabu, setelah pertemuan kebijakan terbaru mereka.

Di antara data yang akan mereka pertimbangkan adalah laporan hari Kamis yang mengatakan pembeli menghabiskan lebih sedikit uang di pengecer AS bulan lalu dari perkiraan para ekonom. Data tersebut berdampak buruk pada perekonomian secara keseluruhan namun juga dapat menghilangkan tekanan terhadap inflasi.

Pemerintah juga mengatakan penjualan ritel lebih lemah pada bulan Januari dibandingkan perkiraan sebelumnya. Pengeluaran yang kuat dari rumah tangga AS telah menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga perekonomian keluar dari resesi meskipun tingkat suku bunga tinggi.

Sebuah laporan terpisah mengatakan lebih sedikit pekerja AS yang melamar keuntungan pengangguran minggu lalu dari perkiraan. Ini merupakan kabar baik bagi para pekerja pada umumnya. Namun terlalu kuatnya pasar kerja, yang masih sangat tangguh, dapat menambah tekanan terhadap inflasi.

Baca juga  Ilmuwan Menggunakan Superkomputer Untuk Mengungkap Misteri Materi Gelap dan Evolusi Alam Semesta

Campuran data tersebut mengirim imbal hasil Treasury 10-tahun naik menjadi 4,28% dari 4,19% pada akhir Rabu. Imbal hasil obligasi dua tahun, yang lebih sesuai dengan ekspektasi The Fed, naik menjadi 4,69% dari 4,63%.

Di Wall Street, Dollar General berayun tajam meskipun melaporkan laba dan pendapatan yang lebih kuat untuk kuartal terakhir dari perkiraan. Sahamnya turun 5,1% setelah naik lebih dari 6% sebelumnya.

Para eksekutif Dollar General mengatakan inflasi mendorong pelanggan untuk melakukan trade-off, menjauh dari barang-barang yang tidak penting dan merek-merek ternama. Sehari sebelumnya, saingannya Dollar Tree jatuh setelah melaporkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan dan mengatakan akan menutup ratusan toko Family Dollar-nya.

Dick’s Sporting Goods melonjak 15,5% setelah melaporkan laba yang lebih kuat untuk kuartal terakhir dari perkiraan dan meningkatkan dividennya.

Robinhood Markets naik 5,2% karena harga saham dan kripto yang hampir mencapai rekor mendorong pertumbuhan kuat dalam aktivitas perdagangan di antara para pelanggannya bulan lalu.

Baca juga  Juara F1 Max Verstappen memenangkan Grand Prix Bahrain pembuka musim di tengah kekacauan Red Bull

US Steel tenggelam 6,4% setelah Presiden Joe Biden keluar sebagai oposisi rencana penjualan perusahaan ke Nippon Steel Jepang.

Baja Nippon mengumumkan pada bulan Desember bahwa mereka berencana untuk membeli produsen baja yang berbasis di Pittsburgh senilai $14,1 miliar secara tunai, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai dampak transaksi tersebut bagi pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja, rantai pasokan, dan keamanan nasional AS.

Saham Anheuser-Busch InBev yang diperdagangkan di Amerika Serikat merosot 5,5% setelah Altria menyatakan akan menjual sebagian sahamnya di pembuat Budweiser.

Perusahaan pembangun rumah Lennar merosot 7,6% meskipun melaporkan pertumbuhan laba yang lebih kuat dari perkiraan, karena pendapatannya jauh di bawah perkiraan analis.

Pada perdagangan lainnya Jumat pagi, minyak mentah acuan AS kehilangan 15 sen menjadi $81,11 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent, standar internasional, turun 16 sen menjadi $85,26 per barel.

Dolar AS turun menjadi 148,19 yen Jepang dari 148,32 yen. Euro tergelincir menjadi $1,0880 dari $1,0884.