Jakarta, BN Nasional – Ketua umum FDKJ (Forum Dayak Kalbar Jakarta) Gregorio Victor Leo Oendoen S.E menyampaikan selamat atas di lantiknya Susantono kepala otorita Ibukota Nusantara dan wakilnya Dhonny Rahajoe. Dirinya menyambut baik dan menghargai apa yang telah di lakukan Presiden. Dan dengkan demikian dirinya mewakili masyarakat menaruh harapan besar atas kepala IKN Nusantara terpilih.
“Sebagai ketua FDKJ (Forum Dayak Kalbar Jakarta), saya menyampaikan bahwa sebagian besar dari masyarakat Dayak di pedalaman kalimantan merespons dengan gembira soal terpilihnya Bambang Susantono kepala otorita Ibukota Nusantara dan wakilnya Dhonny Rahajoe.
“Saya mewakili sekitar 780 anggota FDKJ menyambut baik pemilihan yang telah dilakukan Presiden Jokowi dan mengucapkan selamat untuk beliau berdua. FDKJ memiliki kebanggaan tersendiri dan tentu menaruh sebuah harapan besar atas terpilihnya beliau sebagai pimpinan otorita IKN”, ucapa Leo.

Namun FDKJ masih perlu mengingatkan bahwa pembangunan IKN baru ini jangan hanya berorientasi untuk kepentingan masyarakat pendatang atau transmigran lainnya yang menjalankan aktivitas perekonomian melalui sektor perdagangan.
Adalah sangat perlu menyingkapi akan adanya kekhawatiran dari penduduk lokal yakni Suku Dayak sebagai tuan rumah di Kalimantan.
FDKJ tidak ingin memperdebatkan keragaman persepsi publik atas pemindahan IKN. Namun, dari respons masyarakat Adat Dayak dapat ditarik sebuah benang merah yang tampak jelas bahwa kebijakan pemindahan IKN sebenarnya masih belum melibatkan peran masyarakat lokal.
Padahal, partisipasi publik yang bisa dilakukan dengan beragam cara, menjadi kunci penting dalam menyusun kebijakan. Terutama yang akan berimplikasi secara besar terhadap keberlanjutan penghidupan masyarakat Dayak secara ekonomi dan relasi sosial ataupun kebudayaan.
Dalam hal ini, FDKJ menegaskan, partisipasi masyarakat lokal bisa menjadi navigasi arah kebijakan pembangunan IKN tersebut agar di kemudian hari tidak mengeksklusifkan diri dari kehidupan masyarakat lokal.
“Jika pemerintah dalam pemberitaan lewat media mengklaim bahwa kebijakan ini didukung penduduk lokal, maka perlu diperjelas siapa sebenarnya penduduk local yang dimaksudkan?.. Jangan-jangan mereka yang menjadi elite politik atau raja-raja kecil daerah, yang sebenarnya secara ekonomi-politik memiliki atau akan mendapatkan keuntungan secara materi ataupun non material dari kebijakan pemindahan IKN, mereka yang mengaku dirinya mewakili kepentingan masyarakat adat Dayak atau publik secara luas” terang Leo.
FDKJ hanya meminta kepada pemerintah untuk memberikan hak masyarakat Dayak selaku perambah hutan untuk menjaga kelestarian hutan alam kami yang kelak akan di jadikan hutan ibukota negara baru.
“Sebagai mana pekerjaan kami adalah sering keluar masuk hutan, maka kami sudah tahu seluk beluk rumah kami. Kami senang hutan tempat tinggal kami akan disulap menjadi gedung gedung pencakar langit, oleh karena itu kami siap menjaga hutan IKN sebagai pemilik dan siap untuk ikut terlibat dalam mengelolanya. Hasil panen nya nanti adalah kesejahteraan hidup yang akan di bagikan kepada semua masyarakat Dayak”.
FDKJ akan terus menggaungkan hal ini pada pemerintah, mengingatkan tugas pemerintah untuk mengangkat standar hidup warga pribumi Dayak di pedalaman Kalimantan.
Sebagai bagian dari komunitas masyarakat Dayak perantauan yang ada di Jakarta, FDKJ berupaya ikut mengawal dan memperjuangkan hal ini agar masyarakat Dayak tidak dimarginalkan lagi, hal ini karena keterikatan kami sebagai sesama pribumi penghuni Bumi Borneo yang merupakan jantung hutan nya dunia.
Saat ini sebagian besar dari masyarakat Dayak di pedalaman Kalimantan mengalami kondisi hidup yang tidak layak, serta kesulitan mengakses kesehatan, penerangan akan listrik, infrastruktur jalan rusak, dan kurangnya pendidikan.
FDKJ menilai ada kelalaian dari pemerintah dalam memastikan pemerataan pembangunan sehingga terkesan terjadi diskriminasi pada Dayak di semua bidang.
Kepada seluruh warga Dayak, FDKJ mendesak warga Dayak untuk mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap nasib bangsa Dayak di IKN baru ini, karena ini adalah harapan terakhir dan Dayak harus berjuang bersama mengisi kesempatan sebagai apa saja, jangan menunggu sampai ditawarkan, orang Dayak harus merebut nya dengan otak bukan dengan adu otot, entah sebagai enterpreneur, kontraktor, membuat olahan pangan, tenaga pengajar, pedagang, pengrajin anyaman rotan, pengrajin tenun, bahkan sebagai kepala kepala bidang atau sub kontraktor dll.
Kita tidak ingin orang Dayak mengalami hal-hal yang tak membutuhkan ketrampilan khusus seperti pekerjaan-pekerjaan kasar yang tidak membutuhkan ketrampilan atau bahkan tidak memperoleh peran sama sekali. Jika hal ini sampai terjadi, maka sangat jelas bahwa ini adalah minimnya partisipasi masyarakat lokal pada proyek IKN yang dilakukan Pemerintah Pusat.
Beberapa potensi daftar proyek yang jadi perhatian yang menurut FDKJ dibawah ini, dimana bagian yang dapat melibatkan kita kan putra daerah.
INFRASTRUKTUR
-Infrastruktur air:
1. Dam bendungan
2. Instalasi PAM
3. Instalasi kabel kabel
4. Kanal kanal
5. Saluran air/drainase
6. Irigasi
7. Pelabuhan
-Infrastruktur Transportasi
1. Jalan Tol
2. Jalan Raya
3. Jembatan
4. Jalur Rel Monorail / Kereta
5. Bandara
6. Pelabuhan
7. Bandara
-Infrastruktur Telekomunikasi:
1. Tower jaringan telkom
2. Kabel kabel
-Infrastruktur energi:
1. Instalasi Listrik
2. Transmisi kabel
3. PLN listrik
4. Gas
5. Gardu Listrik
6. Instalasi Kabel kabel
-Infrastruktur bangunan
1. Istana
2. Kantor DPR/MPR
3. Perumahan anggota DPR/ MPR
4. Perumahan ASN
5. Kantor POLRI
6. Kantor TNI Militer
7. Pasar
8. Sekolah
9. Rumah sakit
10. Pertokoan & tempat perbelanjaan
11. Perbankan
12. Tempat Bermain
13. Stadion
-Infrastruktur pengelolaan limbah:
1. Pengumpul Limbah/ Lahan
2. Pengangkut Limbah/ Truck
3. Pemanfaat Limbah
4. Pengolah Limbah
5. Penimbun Limbah
6. Jaringan pipa pipa penyalur limbah
7. Tempat pembuangan sampah
Namun tentunya semua harapan dengan telah dilantiknya kepala IKN mempercepat pembangunantercapainya mimpi dan harapan bangsa Indonesia kedepannya.(Rd)





