Erick Tohir Anggap Hutang JETP Produktif

JAKARTA, BN NASIONAL.

MENKO Marves Ad-Interim, Erick Tohir, menyatakan hutang JETP produktif untuk transisi energi.

Di acara peluncuran CIPP JETP, ia menegaskan, utang produktif itu biasa, yang perlu d iwaspadai adalah utang yang d isalahgunakan.

Rachmat Kaimuddin, Kepala Satgas Transisi Energi, menjamin kehati-hatian dalam pendanaan JETP.

“Kami akan memastikan hanya membangun infrastruktur yang benar-benar d iperlukan,” katanya.

Pemerintah berencana membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang produktif dan menciptakan nilai tambah.

Pembangunan infrastruktur tenaga listrik d ianggap penting untuk memenuhi kebutuhan energi dan industri.

“Investasi seringkali melibatkan utang sebagai bagian dari strategi bisnis,” tambah Erick.

CIPP menunjukkan Indonesia memerlukan dana $97,3 miliar untuk on-grid ketenagalistrikan hijau.

Pendanaan JETP terdiri dari dana non-konsesi, konsesi, investasi ekuitas, hibah, bantuan teknis, dan penjaminan.

Untuk memenuhi kebutuhan energi dan industri, pembangkit listrik diperlukan, yang berarti membutuhkan dana investasi.

Baca juga  Perjanjian Jual Beli Proyek IDD Dikawal Menteri ESDM

“Biasanya untuk investasi itu kan ada komponen utangnya,” tambah Erick.(*)