DOHA, (foto)
Ismail Haneyya, Ketua Biro Politik Gerakan Hamas, dan delegasi senior Gerakan tersebut bertemu dengan kepala intelijen Turki Ibrahim Kalin di ibu kota Qatar.
Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan tersebut berpusat pada peristiwa yang terjadi dalam seminggu terakhir, yang mengarah pada serangan terhadap Rafah, setelah Gerakan tersebut mengatakan bahwa mereka telah menyetujui proposal gencatan senjata yang diajukan oleh para mediator.
Haneyya memuji langkah Turki melawan Israel, termasuk bergabung dalam kasus genosida di Mahkamah Internasional dan menghentikan perdagangan dengan Israel.
Dia juga dilaporkan menyerahkan berkas kasus, termasuk bukti penyiksaan terhadap tahanan Palestina di penjara Israel, beberapa di antaranya terbunuh.
Hamas mengatakan Kalin menekankan “posisi tegas” Turki terhadap masalah Palestina.





