Jakarta, BN Nasioanal – Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, kembali dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat posisi penting setelah polemik penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden mencuat. Padahal sebelumnya, Jokowi sudah menegur menteri di Kabinet Indonesia Maju untuk tidak lagi membicarakan wacana tersebut.
Diketahui, Luhut menjadi salah satu pembantu Jokowi yang menggaungkan wacana penundaan pemilu. Bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Tapi lagi-lagi, Luhut justru ditunjuk Jokowi sebagai Ketua Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53/2022 tentang Dewan Sumber Daya Air Nasional yang ditandatangani Presiden Jokowi pada Rabu, 6 April 2022.
Pemberian mandat kepada Luhut untuk mengemban sederet jabatan penting di pemerintahan seakan meneguhkan tingginya tingkat kepercayaan Jokowi kepada menteri purnawirawan TNI itu.
Dengan seabrek jabatan yang diemban Luhut, tak ayal publik pun menjuluki pria kelahiran Toba Samosir, Sumatera Utara pada 28 September 1947 itu sebagai ‘Lord Luhut’, ‘Menteri Segala Urusan’, ataupun sindiran lainnya seperti 4L (Luhut Lagi Luhut Lagi).
Pun dengan Bahlil, Jokowi juga tidak pernah menegur langsung Kepala BKPM itu meski menjadi menteri pertama yang menyuarakan wacana penundaan pemilu. Padahal, Jokowi sampai rela membangun satu kementerian untuk menempatkan Bahlil menjadi menteri Investasi.
Dengan sikap Jokowi yang demikian, publik dibuat penasaran seperti apa hubungan Jokowi dengan Luhut dan Bahlil.
Pegiat media sosial Denny Siregar, pernah membongkar rahasia hubungan antara Luhut dan Jokowi dalam kanal YouTube CokroTV.
Video dengan judul “Denny Siregar: LUHUT BINSAR PANDJAITAN, BENARKAH DIA LEBIH BERKUASA DARI PRESIDEN??” tersebut tayang Senin, 28 September 2020 lalu.
Denny mengatakan, Luhut disayang Jokowi lantaran apapun tugas yang diberikannya selalu mampu diterjemahkan dengan baik oleh Luhut.
Hubungan Luhut dan Jokowi tidak bisa dibilang seumur jagung. Keduanya telah saling mengenal selama belasan tahun ketika Luhut menjadi pemilik saham perusahaan meubel Jokowi, PT Rakabu Sejahtera.
“Di sanalah jalinan perkawanan mereka dimulai dan akhirnya saling mengenal masing-masing. Dan berlanjut waktu Pilgub DKI, Luhut lah seorang yang berjasa membangun jalan Jokowi ke puncak, bahkan sampai dia menjadi presiden,” jelas Denny Siregar.
Selain itu, tambah Denny, Luhut biasa menjadi bumper Jokowi tatkala berhadapan dengan dinosaurus-dinosaurus politik yang menguasai lapangan.
Sepak terjang Luhut di dunia politik pun dikupas Denny Siregar dalam video berdurasi 7 menit 27 detik itu.
Luhut pernah menjadi Duta Besar untuk Singapura pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie dan menjadi menteri di era Gus Dur.
Luhut juga pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan di masa Pemerintahan Gus Dur,” tambah Denny.
Sejumlah tugas berat pun pernah diemban Luhut atas titah Jokowi diantaranya saat ia ditunjuk sebagai Menkopolhukam.
Ketika itu Luhut harus mengkoordinasi hubungan antara BIN, TNI, dan Polri.
“Posisi menko bukan posisi mudah, posisi kerja sangat luas, enam kementerian di bawahnya. Selain itu, dia juga punya tugas berat untuk mendatangkan investasi dari luar. Dan itu cuma bisa dilakukan oleh orang yang punya manajemen luar biasa,” ujar Denny lagi.
Luhut juga diberi tugas untuk menangani kesemrawutan pandemi COVID-19 di Indonesia. Uniknya, Luhut tidak banyak bertanya pada Jokowi melainkan langsung menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya. Hal inilah yang menurut Denny, menjadikan Jokowi ketergantungan terhadap Luhut.
“Karena rajin kerja, dan menemukan orang yang tepat untuk menyamakan visi dan misinya menjalankan negara,” paparnya.
Sederhananya, setiap ada persoalan, maka Jokowi akan menunjuk Luhut untuk menyelesaikan masalah itu.
“Intinya kalau Jokowi ada masalah pasti panggil LBP, urusan beres semua,” imbuh Denny.
Dengan ditunjuknya Luhut sebagai Ketua Dewan SDA, artinya ada 12 jabatan penting yang diemban menteri yang dipanggil LBP itu.
Lantas, bagaimana hubungan Jokowi dengan Bahlil?
Pada Kamis, 29 April 2021, seorang pejabat di lingkungan Istana mengatakan bahwa Bahlil Lahadalia ditunjuk sebagai Menteri Investasi lantaran dianggap bisa menyelesaikan masalah.
“Bahlil ditunjuk karena selain pengusaha juga aktivis. Dia bisa menyelesaikan masalah. Bahasa tak jadi halangan karena ’yang jualan’ investasi, kan, ada orang lain, seperti para duta besar dan pengusaha. Pak Bahlil bisa mengatasi,” katanya.
Usut punya usut, Bahlil yang merupakan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada 2018 lalu, ternyata bergabung ke tim sukses (timses) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.
Alasan Bahlil bergabung, karena secara pribadi ia mengaku lebih dekat dengan Jokowi, meskipun dengan cawapres Sandiaga Uno juga dekat. Bahkan Bahlil menyebut Jokowi sebagai kakak.
“Pak Jokowi itu senior HIPMI, dia kakak saya sebagai pengusaha senior asal Solo. Saya mendukung Pak Jokowi sebagai presiden,” jelasnya, Senin, 24 September 2018.
Sumber.
Sumber





