26.8 C
Jakarta

ISIS mengklaim serangan di Afghanistan yang menewaskan 3 warga Spanyol dan 3 warga Afghanistan

Published:

ISLAMABAD (AP) — Kelompok ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas sebuah serangan terhadap orang asing di Afghanistan tengah pekan lalu di mana tiga warga negara Spanyol dan tiga warga Afghanistan terbunuh.

Tujuh orang terluka dalam serangan pada hari Jumat di provinsi Bamiyan, sebuah kawasan wisata utama, menurut Abdul Mateen Qani, juru bicara menteri dalam negeri. Dia mengatakan, tujuh tersangka ditangkap di lokasi kejadian.

Kelompok ISIS mengeluarkan pernyataan di kantor berita Aamaq pada Minggu malam yang mengatakan pejuang ISIS menyerang sebuah bus yang membawa wisatawan dan pemandu mereka. “Serangan itu merupakan respons terhadap arahan para pemimpin ISIS untuk menargetkan warga Uni Eropa di mana pun mereka berada,” katanya.

Kementerian Luar Negeri Spanyol mengatakan tiga warga Spanyol tewas dan setidaknya satu lainnya terluka. Seorang pejabat Taliban di Bamiyan, yang berbicara tanpa menyebut nama karena dia tidak berwenang berbicara kepada media, mengatakan empat orang asing yang terluka berasal dari Spanyol, Norwegia, Australia dan Latvia.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menulis di platform media sosial X bahwa dia “kewalahan” dengan berita tersebut.

Qani mengatakan seluruh korban luka telah dipindahkan ke ibu kota Kabul untuk mendapatkan perawatan dan kondisinya stabil.

Itu Afiliasi kelompok ISIS di Afghanistan adalah saingan utama Taliban dan militannya telah menyerang sekolah, rumah sakit, masjid dan wilayah minoritas Syiah di seluruh negeri.

Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021 ketika pasukan AS dan NATO berada di minggu-minggu terakhir penarikan mereka dari negara itu setelah 20 tahun berperang.

Taliban adalah berupaya meningkatkan jumlah wisatawan datang ke negara itu. Pada tahun 2021, jumlah wisman sebanyak 691 orang; pada tahun 2022, angka tersebut meningkat menjadi 2.300; dan tahun lalu, jumlahnya mencapai 7.000.

Bamiyan dulu situs dua patung Buddha besar diukir di tebing antara abad ke-4 dan ke-6 dan dihancurkan oleh Taliban atas desakan al-Qaeda pada awal tahun 2001.

Secara terpisah pada hari Senin, sebuah granat tangan meledak di kota selatan Kandahar, menewaskan sedikitnya satu warga sipil dan melukai tiga lainnya, kata kantor kepala polisi Kandahar.

Polisi sedang menyelidiki ledakan di dekat jalan menuju bandara Kandahar, kata pernyataan itu. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

___

Penulis Associated Press, Maamoun Youssef di Kairo berkontribusi pada laporan ini.

Related articles

Recent articles

spot_img