JAKARTA, BN NASIONAL.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mencari potensi mineral Logam Tanah Jarang (LTJ) di Indonesia. Hasil survei dan pemetaan yang dilakukan BBSPGL Kementerian ESDM menunjukkan potensi LTJ sebesar 4,6 miliar meter kubik.
LTJ merupakan primadona dunia seiring dengan meningkatnya pemanfaatan energi bersih dan menjadi unsur utama dalam produk-produk kendaraan listrik maupun elektronik.
Kepala Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) Kementerian ESDM Hadi Wijaya mengatakan, dari 10% survei yang dilakukan, terdapat potensi LTJ sebesar 4,6 miliar meter kubik. Potensi ini tersebar di 30 lokasi perairan Indonesia, mulai dari Selat Malaka hingga Selat Makassar.
“Ini semua sebetulnya hasil murni dari Badan Geologi dan belum ditambahkan dengan hasil penelitian para mitra ataupun stakeholder yang terkait. Jadi artinya begitu besarnya potensi untuk mineral kelautan di Indonesia,” ujar Hadi.
Selain LTJ, hasil survei dan pemetaan BBPSGL juga menunjukkan potensi emas plaser sebesar 268,4 juta meter kubik, pasir timah 386,4 juta meter kubik, pasir silika sebanyak 22,8 miliar meter kubik, serta 30 miliar meter kubik pasir besi.
Hadi menegaskan bahwa potensi tersebut tidak dapat diartikan potensi di seluruh wilayah Indonesia, karena seperti dikatakan sebelumnya bahwa survei yang dilakukan baru mencakup 10% saja.
“Kami masih akan terus melakukan survei dan pemetaan untuk mengetahui potensi mineral kelautan di Indonesia secara lebih lengkap,” kata Hadi.(*)





