Jakarta, BN Nasional – Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian mengatakan, pihaknya saat ini sedang membahas Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan (RUU EBET), di tengah perkembangan electric vehicle (EV) atau kendaraan berbasis listrik yang sedang mengglobal.
Pembahasan RUU ini akan diarahkan ke energy transition, apalagi Indonesia telah membuat blueprint ke net zero emission pada tahun 2060. Walaupun diakui Ramson ini sangat sulit. Karena dari sisi analisis, yang terbanyak menghasilkan emisi karbon itu adalah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM), bukan pembangkit listrik.
Hal tersebut diungkapkan Ramson saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VII DPR RI, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (9/11/2022).
“Kalau sampai tahun 2060 jika (ekosistem) kendaraan menggunakan energi listrik (terbentuk), itu akan tercapai net zero emission, tapi kalau ini tidak (tercapai) bisa jadi hanya khayalan. Walaupun pemerintah sudah membuat blueprint pada tahun 2060, akan menjadi khayalan kalau pengembangan industri kendaraan bermotor yang menggunakan energi listrik tidak maju sepesat yang sesuai dengan perencanaannyaa,” kata Ramson.
Menurut Ramson, mungkin pembangkit listrik bisa dipaksakan sebelum tahun 2060 tidak menggunakan lagi energi primer seperti batu bara dan BBM, dan akan beralih menggunakan clean energy menuju green energy.
Namun karena yang menghasilkan polusi terbesar merupakan kendaraan bermotor, sehingga peran dari industri kendaraan bermotor untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 sangatlah tinggi. Pemerintah pun bertanggung jawab dalam rangka energy transition untuk mewujudkan net zero emission.
“Maka perlu masukan-masukan dari industri kendaraan bermotor dalam membahas RUU EBET. Seperti apa visi industri kendaraan bermotor ini mengenai transisi ke kendaraan bermotor yang menggunakan energi listrik atau electric vehicle. Dimana kendalanya. Kalau baterai, kapan kita bisa mandiri untuk memproduksi baterainya, saya pikir di industri yang tahu,” jelasnya. (Louis)





