JAKARTA, BN NASIONAL
Anggota Holding BUMN Pertambangan (MIND ID), PT Bukit Asam (PTBA), telah melampaui target produksi batubara tahun 2023 dan mencatat laba bersih sebesar Rp6,1 triliun.
“Kami bangga melaporkan bahwa produksi batubara kami untuk Januari-Desember 2023 mencapai 41,9 juta ton, melebihi target 41 juta ton yang d itetapkan. Capaian ini juga melampaui produksi tahun sebelumnya sebesar 31,7 juta ton,” kata Direktur Utama Arsal Ismail dalam Press Conference Kinerja Perseroan Tahun Buku 2023 di Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Selama tahun tersebut, PTBA juga berhasil meningkatkan volume penjualan batubara menjadi 37 juta ton, naik 17 persen dari tahun sebelumnya. Penjualan ekspor mencapai 15,6 juta ton, meningkat 25 persen, sementara penjualan domestik mencapai 21,4 juta ton, tumbuh 12 persen secara tahunan.
“Pendapatan perseroan sepanjang tahun 2023 mencapai Rp38,5 triliun, dengan laba bruto sebesar Rp9,2 triliun. Setelah d ikurangi biaya usaha, PTBA membukukan laba bersih Rp6,1 triliun, dengan total aset perusahaan mencapai Rp38,8 triliun per 31 Desember 2023,” jelas Arsal.
Dia menyoroti dua tantangan utama selama tahun 2023, yaitu koreksi harga batubara dan fluktuasi pasar.
“Rata-rata harga batu bara ICI-3 mengalami koreksi sekitar 34 persen dari USD 127,8 per ton pada Januari-Desember 2022 menjadi USD 84,8 per ton secara tahunan. Sementara itu, Harga Pokok Penjualan mengalami kenaikan, terutama biaya royalti, angkutan kereta api, dan jasa penambangan,” paparnya.
Untuk menjaga kinerja perusahaan, PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar dalam negeri dan peluang ekspor.
“Tahun 2024, PTBA menargetkan produksi batubara sebesar 41,3 juta ton, penjualan sebesar 43,1 ton, dan angkutan sebesar 33,7 juta ton. Kami melakukan perencanaan dengan memperhatikan perkembangan pasar terkini dan mengantisipasi berbagai faktor yang dinamis,” tambah Arsal.*[]





