34 C
Jakarta

Pekerja kemanusiaan PBB menggambarkan penderitaan yang ia saksikan di Gaza

Published:

GAZA, (Foto)

Berbicara kepada wartawan di Jenewa setelah bertugas selama tiga bulan di wilayah yang terkepung, Yasmina Guerda dari badan kemanusiaan PBB OCHA menggambarkan anak-anak yang kehilangan anggota tubuh dalam serangan Israel terhadap kamp pengungsi Nuseirat awal bulan ini yang menewaskan sedikitnya 274 orang dan melukai lebih dari 700 orang. .

“Banyak di antaranya mengingatkan saya pada dua anak saya yang masih balita. Mereka menatap ke dalam kehampaan, terlalu terkejut hingga tidak bisa mengeluarkan suara atau robekan,” katanya.

Bagi Guerda, tidak ada “kondisi kehidupan” di Jalur Gaza.

“Apa yang mereka miliki… adalah kondisi untuk bertahan hidup, dan nyaris tidak ada. Mereka berpegangan pada seutas benang.”

Dia mengatakan pekerja bantuan berusaha “mengukur penderitaan dengan angka”, dengan melihat jumlah total pengungsi, jumlah liter air yang mereka dapatkan per hari, atau jumlah truk bantuan yang berhasil melintasi perbatasan.

Dia menunjukkan bahwa lebih dari 200 pekerja bantuan kemanusiaan telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober.

“Tapi itu tidak masalah,” katanya. “Angka-angka tersebut tidak pernah cukup… (untuk) populasi yang telah kehilangan hampir segalanya.”

“Tidak ada sentimeter aman yang tersisa di Gaza,” kata Guerda.



Related articles

Recent articles

spot_img