JAKARTA, BN NASIONAL
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan ground test dan flight test.
Ini di lakukan menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada mesin pesawat Boeing 737-800 NG menggunakan bioavtur.
Sekretaris Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Sahid Junaidi mengatakan, pemerintah tengah berupaya mengimplementasikan bioavtur.
Ini guna mendorong porsi memanfaatan energi baru terbarukan berbasis bahan bakar nabati (BBN).
Pada tahun 2022, dari total capaian bauran EBT sebesar 12,3%, pemanfaatan BBN secara nasional mencapai 4,23 % melalui program mandatori B30.
“Saat ini program mandatori BBN untuk sektor aviasi belum berjalan dengan baik. Sampai saat ini kita belum benar-benar melakukan implementasi bioavtur.
“Oleh karena itu, langkah yang kita lakukan sekarang adalah upaya agar implementasi tersebut segera di realisasikan,” kata Sahid, Kamis (5/10/2023).
Sahid menjelaskan proses panjang upaya pemerintah bersama dengan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan program pemanfaatan bioavtur ini.
Pada tahun 2021, bahan bakar dengan campuran 2,4 bioavtur berbasis sawit (Bahan Bakar J2,4) berhasil.
Ini di ujiterbangkan di pesawat teregistrasi militer milik PT Dirgantara Indonesia yaitu CN235-200 FTB.
Sebelumnya, telah di lakukan pengujian statis (test cell) bioavtur J2.4 pada Juli 2023 lalu.
“Kali ini kita melaksanakan puncak dari rangkaian pengujian, yaitu ground run dan flight test, meski sebelumnya mengalami keterlambatan.
“Rangkaian uji kali ini yaitu ground run dan flight test bertujuan untuk evaluasi performa bahan bakar bioavtur J2,4 pada pesawat Boeing milik Garuda,” jelas Sahid.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, tahapan ini merupakan pengembangan peggunaan Sustainability Aviation Fuel (SAF). Hasil uji ini dapat menjadi optimisme bersama untuk merealisasikan mimpi besar mewujudkan pemanfaatan energi bersih pada ekosistem aviasi di Indonesia.
“Pada hari ini kita masuk pada tahapan selanjutnya, yaitu menyaksikan penggunaan bioavtur melalui uji terbang dengan pesawat Garuda Indonesia.
“Uji terbang akan di lakukan di sekitar area Pelabuhan Ratu selama kurun waktu satu jam,” kata Irfan.
Pada ground run test di lakukan untuk mengukur sejauh mana kinerja mesin dapat beroperasi maksimal.
Tahapan ini di nyatakan berhasil di selesaikan dengan baik.
Uji ground run tersebut di awaki oleh Yuhana sebagai Run Up Performer dan Thomas sebagai Run Up Observer.
Garuda Indonesia akan mengumumkan pada publik tentang kesiapan maskapainya untuk mengimplementasikan konsep Sustainability Aviation Fuel (SAF) dalam penerbangan komersialnya.
“Jika semuanya lancar, tentu saja kita berharap implementasi SAF dalam pesawat komersial dapat di lakukan untuk semua tahapan,” jelas Irfan.(*)





