PAPUA, BN NASIONAL.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berkomitmen untuk mewujudkan keadilan energi dengan menargetkan 583 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menerapkan program BBM Satu Harga pada tahun 2024. Program ini dirancang untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Menteri ESDM Arifin Tasrif menegaskan, hingga saat ini sudah ada 503 titik SPBU BBM Satu Harga yang beroperasi. “Kami berencana menambah titik SPBU BBM Satu Harga dan bekerja sama dengan pemerintah provinsi serta stakeholder terkait,” ujar Arifin di Terminal BBM Sorong, Papua Barat Daya.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati menjelaskan, BPH Migas bertugas mengatur dan mengawasi pendistribusian BBM dan gas bumi di seluruh Indonesia. “Kami mendapat mandat untuk menjamin ketersediaan dan harga terjangkau BBM melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016,” kata Erika.
Pembangunan SPBU BBM Satu Harga hingga 2024 mencakup pembangunan 583 titik penyalur. “BPH Migas mengawasi pembangunan penyalur BBM Satu Harga untuk mencapai target ini,” tambah Erika.
Di tahun 2023, pemerintah menargetkan pembangunan 89 titik SPBU BBM Satu Harga, dengan 80 titik telah terbangun. “Kami masih kejar 9 titik lagi untuk mencapai target tahun ini,” jelas Erika.(*)





