Penuh Rintangan, Pengeboran MNK Butuhkan Tambahan Regulasi

JAKARTA, BN NASIONAL 

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyatakan bahwa tantangan besar dalam eksplorasi Minyak Non Konvensional (MNK) menuntut adanya penambahan regulasi.

Tujuan dari regulasi ini adalah memberikan kemudahan bagi perusahaan yang terlibat dalam eksplorasi MNK.

“MNK memerlukan usaha lebih dalam dan lebih rumit. Ketika kita telah melakukan pengeboran di satu lokasi, kita mungkin harus memindahkan alat bor ke lokasi lain,” kata Arifin ketika diwawancara di Kementerian ESDM, Jumat (13/10/2023).

Selain itu, Arifin juga mengindikasikan bahwa regulasi tambahan ini mungkin mencakup insentif untuk mendukung eksplorasi MNK.

Menurutnya, isu ini harus didiskusikan terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait sebelum insentif tersebut diberlakukan.

“Kami akan mendiskusikannya dengan para pemangku kepentingan, mirip dengan pembicaraan yang ada tentang Kontrak Bagi Hasil (PSC) dan sistem bagi hasil (gross split) di industri migas,” tambahnya.

Baca juga  Sukseskan Gawai FDKJ 2023, Sejumlah Pejabat Daerah Akan Hadir, Dari Bupati Walikota Anggota Dewan DPR RI

Saat ini, terdapat pengeboran MNK yang sedang berlangsung di dua sumur di Blok Rokan, yakni Sumur Gulamo dan Sumur Kelok.

Khusus untuk Sumur Gulamo, pengeboran mencapai kedalaman 9.000 kaki.

Arifin juga membeberkan bahwa potensi sumber daya minyak yang dapat diekstraksi dari Sumur Gulamo dan Sumur Kelok diperkirakan mencapai 80 juta barel.

Pengeboran MNK ini memiliki peran krusial dalam mencapai target produksi minyak yang telah ditetapkan hingga tahun 2030.

Alasannya, produksi minyak bumi Indonesia saat ini hanya mencapai sekitar 600.000 barel per hari (BOPD).

“Kita harus terus berupaya untuk meningkatkan produksi minyak, karena produksi gas alam kita jauh lebih besar,” ungkap Arifin.

Targetnya, mencapai 1 juta BOPD pada tahun 2030, dan akan berupaya semaksimal mungkin.

Jika dua sumur ini berhasil, kami akan mengejar proyek-proyek serupa lainnya.(*)

Baca juga  PLN Persiapkan Stasiun Pengisian Hidrogen Pertama di Indonesia