Jakarta, BN Nasional – Seorang jenderal Ukraina menyebut Rusia menggunakan rudal yang tidak akurat dari stok lama Soviet untuk sebagian besar serangannya di Ukraina.
Rudal Rusia telah mencapai berbagai sasaran di Ukraina dalam beberapa hari terakhir, termasuk menewaskan sedikitnya 18 orang di satu pusat perbelanjaan di pusat kota Kremenchuk.
Pada konferensi pers pada Kamis (30/6), Brigadir Jenderal Oleksii Hromov mengatakan bahwa Rusia berusaha untuk menyerang militer dan infrastruktur penting. Namun penggunaan rudal era Soviet lama yang kurang akurat menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil yang signifikan.
Brigadir jenderal Rusia itu mengatakan 202 rudal telah ditembakkan ke Ukraina pada paruh kedua Juni, meningkat 120 dari paruh pertama bulan itu. Dia memperkirakan bahwa 68 situs sipil telah terkena hantaman rudal pada paruh kedua bulan ini.
Analisis jenderal Rusia tersebut menyimpang dari beberapa politisi Ukraina yang menuduh Rusia sengaja menyerang warga sipil untuk menabur kepanikan.
“Target musuh tetap fasilitas militer, infrastruktur dan industri penting, jaringan transportasi. Pada saat yang sama, penduduk sipil menderita kerugian yang signifikan karena serangan [yang tidak tepat sasaran],” kata Hromov.
“Untuk melakukan serangan roket, musuh di lebih dari 50 persen [kasus] menggunakan rudal dari cadangan Soviet, yang tidak cukup tepat. Akibatnya, gedung-gedung sipil dihantam,” tambahnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan Senin di pusat perbelanjaan Kremenchuk sebagai serangan “teroris” yang disengaja. Para pemimpin Barat serta Paus Fransiskus bahkan telah mengutuknya.
Rusia, yang menginvasi Ukraina pada 24 Februari, membantah menargetkan warga sipil dan mengatakan hanya menyerang infrastruktur militer.
Awal bulan ini, kementerian pertahanan Inggris menyatakan bahwa pesawat pembom Rusia kemungkinan telah meluncurkan puluhan rudal anti-kapal era 1960-an yang berat terhadap sasaran di darat di Ukraina.
“Rusia kemungkinan terpaksa menggunakan rudal anti-kapal berbobot 5,5 ton karena kekurangan rudal modern yang lebih presisi,” kata kementerian Inggris.
Menurut Kementerian Inggris, rudal Kh-22 terutama dirancang untuk menghancurkan kapal induk menggunakan hulu ledak nuklir. Ketika rudal tersebut digunakan untuk menyerang target di darat dengan hulu ledak konvensional, rudal ini sangat tidak akurat dan karena itu dapat menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa.





