Suar Kelas X Kembar Menerangi Langit

Solar Dynamics Observatory milik NASA menangkap gambar jilatan api matahari ini – seperti yang terlihat pada kilatan terang pada gambar kiri (suar 8 Mei) dan gambar kanan (suar 7 Mei). Gambar menunjukkan bagian dari sinar ultraviolet ekstrim yang menyoroti material yang sangat panas dalam bentuk suar dan diwarnai dengan warna oranye. Kredit: NASA/SDO

Matahari mengeluarkan dua jilatan api matahari yang hebat, dengan puncak pertama pada pukul 21:41 ET pada tanggal 7 Mei 2024, dan puncak kedua pada pukul 01:09 ET pada tanggal 8 Mei 2024. NASASolar Dynamics Observatory, yang terus mengamati Matahari, menangkap gambar peristiwa ini.

Semburan api matahari adalah ledakan energi dahsyat yang dapat mengganggu komunikasi radio, jaringan tenaga listrik, dan sinyal navigasi. Mereka juga menimbulkan risiko bagi pesawat ruang angkasa dan astronot. Kedua flare baru-baru ini dikategorikan sebagai X1.0, yang menunjukkan intensitasnya yang signifikan. Label ‘kelas X’ digunakan untuk suar yang paling intens, dan nomor yang menyertainya menjelaskan kekuatannya secara lebih rinci.

Animasi Solar Dynamics Observatory ini menunjukkannya berada di atas bumi saat menghadap ke Matahari. SDO dirancang untuk membantu kita memahami pengaruh Matahari terhadap Bumi dan ruang Dekat Bumi dengan mempelajari atmosfer Matahari dalam skala kecil ruang dan waktu serta dalam banyak panjang gelombang secara bersamaan. Kredit: Lab Gambar Konseptual Pusat Penerbangan Luar Angkasa NASA/Goddard

Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA adalah misi yang didedikasikan untuk mengamati Matahari dan perilakunya. Diluncurkan pada 11 Februari 2010, SDO merupakan bagian dari program Living With a Star (LWS) NASA yang bertujuan untuk memahami penyebab variabilitas matahari dan dampaknya terhadap Bumi. Observatorium ini dilengkapi dengan serangkaian instrumen yang menyediakan pengukuran komprehensif atmosfer matahari dan aktivitas matahari.

Baca juga  Korban tewas melonjak menjadi 32.490 martir

Tujuan utama SDO mencakup memahami siklus matahari, jilatan api matahari, dan lontaran massa koronal, serta pengaruhnya terhadap cuaca luar angkasa dan lingkungan bumi. Observatorium ini menyediakan gambar Matahari beresolusi tinggi dalam 13 panjang gelombang berbeda setiap 12 detik, menawarkan wawasan proses tata surya yang belum pernah ada sebelumnya. Datanya sangat penting untuk meningkatkan kemampuan meramalkan kejadian cuaca luar angkasa yang dapat mempengaruhi operasi satelit, jaringan listrik, dan sistem komunikasi di Bumi.