Tentara Israel melarang akses konvoi bantuan PBB ke Rumah Sakit Nasser di Gaza

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pada hari Jumat bahwa tentara pendudukan Israel memblokir konvoi bantuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pejabat tinggi PBB untuk mencapai Rumah Sakit Nasser yang terkepung di Khan Yunis.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan bahwa konvoi tersebut, yang terdiri dari dua truk yang membawa makanan, air dan bahan bakar, telah dihentikan oleh tentara Israel di jalan selama beberapa jam, sementara buldoser menggali lubang di depan dan di belakang konvoi.

Tidak ada informasi apakah tentara Israel kemudian melepaskan konvoi tersebut dan mengizinkannya kembali atau mencapai rumah sakit.

hal ini, Menteri Kesehatan Palestina Mai Kayla menuduh tentara Israel melakukan kejahatan genosida terhadap sisa warga sipil, pasien, dan staf medis yang mengungsi di Rumah Sakit Nasser.

Kayla memperingatkan bahwa akan ada bencana kemanusiaan di Jalur Gaza jika rumah sakit tersebut berhenti memberikan layanan medis, dan menggambarkan fasilitas tersebut sebagai tulang punggung sistem kesehatan di wilayah yang dilanda perang tersebut.

Baca juga  Sampul minggu ini | Edisi 6 Januari 2024

WHO menggambarkan laporan yang muncul dari rumah sakit Nasser sebagai “sangat mengkhawatirkan” dan menyatakan keprihatinannya atas keselamatan pasien, petugas kesehatan, dan warga sipil yang berlindung di fasilitas tersebut.

Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers di Jenewa bahwa badan kesehatan PBB sedang berusaha mendapatkan akses mendesak ke rumah sakit tersebut.

“Kami benar-benar perlu ke sana untuk membawa bahan bakar agar rumah sakit dapat terus berfungsi dan pasien yang masih di sana dapat terus menerima perawatan medis,” katanya, juga menekankan perlunya menilai kondisi pasien dan kebutuhan mereka. rujukan yang aman ke fasilitas lain.

“Kami telah mengatakan selama ini… bahwa pasien, petugas kesehatan, dan warga sipil yang mencari perlindungan di rumah sakit berhak mendapatkan keselamatan dan bukan dimakamkan di tempat penyembuhan,” tambahnya.

Baca juga  Diaspora dan Purnadiaspora Indonesia di AMAN Dukung Prabowo-Gibran untuk Masa Depan Anak Muda