Tim medis Kuwait kedua berangkat ke Gaza

KUWAIT, (Foto)

Kuwait Society for Relief (KSR) pada hari Minggu mengumumkan keberangkatan tim medis Kuwait yang terdiri dari 11 dokter dan konsultan dari berbagai spesialisasi medis dan bedah ke Bandara Kairo dalam perjalanan ke Gaza.

Society, sebuah organisasi amal independen, mengatakan keberangkatan tim ke Gaza bertujuan untuk membantu Rumah Sakit Eropa Gaza dan Rumah Sakit Khusus Kuwait, dalam misi yang berlangsung hingga 7 April.

Wakil Direktur Jenderal KSR dan ketua tim, Omar Al-Thuwaini, mengatakan kepada kantor berita Kuwait (KUNA) bahwa tim medis Kuwait terdiri dari para profesional medis dan bedah yang sangat terspesialisasi bersama dengan seorang perawat, pemimpin tim, dan koordinator kemanusiaan.

Langkah ini dilakukan “sebagai respons atas penderitaan saudara-saudara kita di Palestina akibat agresi Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023,” kata Al-Thuwaini.

Baca juga  Menhan Jepang Kecam Negara Berkemampuan Nuklir yang Abaikan Aturan

Ia menjelaskan, pengiriman tim medis Kuwait ke Jalur Gaza dilakukan dalam rangka sumbangan dari kampanye “Fazaa (Bantuan) untuk Palestina”, yang diluncurkan oleh “Kuwait Relief” pada 10 Oktober tahun lalu, atas partisipasi dan kerja sama dengan lebih dari 30 lembaga amal Kuwait, dengan tujuan memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak agresi di Jalur Gaza.

Sementara itu, konsultan bedah oftalmologi dan sukarelawan Dr. Mansour Al-Shammari, membenarkan bahwa tim medis akan berangkat dengan membawa lebih dari tiga ton pasokan medis dan peralatan yang diperlukan untuk melakukan operasi bedah yang rumit dan mendesak di Jalur Gaza.

Dokter spesialis senior di bidang ginjal, saluran kemih, infertilitas, dan bedah robotik, Omar Al-Hunaidi, juga menjelaskan bahwa perjalanan bantuan ini bertujuan agar tim medis, khususnya di Rumah Sakit Khusus Kuwait, dapat melakukan operasi bedah dengan profesional tinggi.

Baca juga  Astronomi & Astrofisika 101: Astronomi Optik

Spesialis anestesi dan pengobatan nyeri, Hassan Behbehani, membenarkan bahwa keikutsertaannya dalam perjalanan tersebut bertujuan untuk membantu tim medis dalam operasi bedah darurat, mengingat banyaknya korban luka yang sangat membutuhkan perawatan di Gaza.

Tim medis menyatakan solidaritas Kuwait terhadap rakyat Palestina, dan menekankan keinginan mereka untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang gigih di wilayah kantong yang terkepung.