BN Nasional – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) terus memperkuat riset dan pengabdian masyarakat untuk pemenuhan kelengkapan administrasi dalam komponen Tridharma Perguruan Tinggi guna menjadi universitas unggul baik di tingkat nasional maupun internasional. Pasalnya, daya saing perguruan tinggi diukur melalui hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan publikasi.
Rektor Ubhara Jaya Bambang Karsono menuturkan, untuk itu perguruan tinggi dituntut untuk selalu meningkatkan produktivitas risetnya yang diukur melalui jumlah publikasi pada jurnal nasional dan internasional bereputasi, jumlah hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang pernah diterima, serta jumlah hak kekayaan intelektual yang bisa dihasilkan.
“Hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diarahkan agar mampu meningkatkan jumlah sitasi sehingga akan meningkatkan h-index pada setiap dosen,” ujar Bambang pada acara “Pembukaan Hibah Internal Tahun Anggaran 2022 dan Training of Trainers Penyamaan Persepsi Reviewer Internal” yang diselenggarakan oleh LPPMP Ubhara Jaya secara daring melalui zoom, Selasa.
Bambang menyatakan atmosfer riset pada Ubhara Jaya memerlukan infrastruktur yang masif dan berkelanjutan. “Hal ini diimplementasikan dengan memberikan hibah internal yang dibuka satu tahun sekali kepada para dosen tetap, baik untuk kegiatan penelitian maupun pengabdian masyarakat,” kata Bambang dalam keterangan pers tertulisnya, Kamis (17/3/2022),
Selain kelembagaan yang kuat, lanjut Bambang, dua indikator paling berpengaruh dalam membangun atmosfer riset yang baik yaitu, pertama dosen sebagai pelaksana penelitian dan pengabdian masyarakat.
Kedua, para reviewer yang bertugas untuk memastikan kualitas proposal baik penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan standar kualifikasi yang ditentukan. Menurutnya, penguatan pada sisi kualitas reviewer akan memberikan dampak pada kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dosen Ubhara Jaya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) Ubhara Jaya, Didik Sulistyanto menjelaskan bahwa hibah internal dilakukan sekali dalam setahun dengan format kompetisi, agar setiap periode hibah terjadi peningkatan kualitas proposal yang diseleksi.
Hibah internal, lanjutnya, dapat menjadi media bagi para dosen dalam menerjemahkan roadmap penelitian menuju jenjang hibah yang lebih tinggi yaitu hibah Direkrotat Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) maupun hibah eksternal lainnya.
Hibah internal Ubhara Jaya, terang Didik, pada tahun 2021 ada 70 proposal riset dan 50 proposal Abdimas. Ia berharap, pada tahun 2022 lebih banyak dari tahun sebelumnya.
“Pelaksanaan hibah kompetisi untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan investasi jangka panjang dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya kepada para dosen,” tambah Guru Besar pada Fakultas Teknik itu.
Menurutnya, melalui hibah internal, peningkatan kapasitas serta kapabilitas dosen akan berkorelasi dengan tujuan Ubhara Jaya untuk menjadi research university. Berdasarkan kebutuhan tersebut, LPPMP Ubhara Jaya melaksanakan kegiatan pembukaan hibah internal tahun anggaran 2022 dan training of trainers penyamaan persepsi reviewer internal.
“Saya mengajak bapak ibu dosen Ubhara Jaya bersama-sama menghasilkan luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berupa produk-produk inovatif, sehingga dapat meningkatkan kinerja dalam mewujudkan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menjadi perguruan tinggi unggul,” pungkas Didik.





