GAZA, (Foto)
Gerakan Hamas menggambarkan zona eksekusi yang didirikan oleh tentara pendudukan Israel di Jalur Gaza sebagai “kejahatan perang yang brutal,” dan memberkati operasi penikaman di Kota Ashdod.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, Hamas mengatakan bahwa media Ibrani mengungkapkan bahwa tentara Israel menciptakan zona kematian militer di seluruh Gaza dan akan membunuh siapa pun yang memasuki atau mendekati mereka.
Hamas mengutuk praktik Israel tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap semua hukum perang, dengan menunjukkan bahwa beberapa video yang sebelumnya disiarkan oleh saluran satelit Al-Jazeera mengungkap terjadinya insiden di mana warga sipil tak bersenjata dibom dan dibunuh oleh tentara Israel.
Hamas meminta PBB dan pengadilan internasional, khususnya Pengadilan Kriminal Internasional, untuk segera memulai penyelidikan atas kejahatan keji dan pelanggaran mengerikan lainnya yang telah dilihat seluruh dunia melalui rekaman video.
Dalam konteks lain, Gerakan ini memberkati operasi penikaman yang terjadi di Kota Ashdod pada Minggu malam, dan menggambarkannya sebagai tindakan “heroik” dan “respon wajar terhadap kejahatan Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.”
Dikatakan bahwa operasi ini mencerminkan keyakinan kuat rakyat Palestina terhadap opsi perlawanan sebagai cara untuk menyingkirkan pendudukan Israel dan mencapai aspirasi mereka untuk kebebasan dan kemerdekaan.





