Jakarta, BN Nasional – Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) makin harmonis dalam meningkatkan ekosistem Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Sebelumnya sudah ada diskusi untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), rantai pasokan mineral utama dan sektor industri maju lainnya.
Pembahasan tersebut dilakukan oleh Wakil Pertama Menteri Perindustrian Korea Selatan Jang Young-jin dengan Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
“Korsel dan Indonesia akan mendiskusikan berbagai cara untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang pembangkit listrik tenaga nuklir, rantai pasokan mineral utama dan sektor industri maju lainnya,” kata pejabat Kementerian Perdagangan, Perindustrian dan Energi Korsel, Senin (15/5/23).
Korsel akan mengusulkan peningkatan kerja sama dalam industri energi nuklir, karena Indonesia mengumumkan rencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir komersial pertamanya pada 2039 guna mencapai target emisi nol bersih.
Jang juga berencana mendiskusikan proyek penelitian gabungan dengan sejumlah pejabat guna memperkuat kerja sama rantai pasokan mineral utama, serta cara untuk bekerja lebih erat mengenai baterai dan kendaraan listrik.
Indonesia merupakan produsen nikel nomor satu di dunia, dan Korsel telah mengamankan teknologi canggih di sektor baterai dan kendaraan listrik.
“Wakil menteri (Jang Young-jin) akan meminta dukungan Indonesia bagi perusahaan-perusahaan Korsel yang beroperasi di sana di sektor, seperti baterai kendaraan listrik dan petrokimia. Jang juga akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan Korsel di Indonesia untuk menyusun berbagai langkah dukungan,” kata pejabat itu.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pihaknya juga melakukan pembahasan terkait dengan kerja sama yang sudah jalan, serta akan menjalankan berberapa program kerja sama kedepan.
“Ya ada beberapa issue yang selama ini udah jalan, kerja sama energi, hilirisasi, dan ada juga keinginan mengeksplor kerja sama di PLTN, ya nanti dari sana, kita akan ada kerja sama untuk peningkatan kemampuan sumber human resource kita,” kata Arifin di Kantor ESDM, Jumat (19/5/2023). (Louis/Rd)





