Jakarta, BN Nasional – PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) pada tahun 2020 lalu membeli saham PT Vale Indonesia (PTVI) sesuai dengan perjanjian divestasi PTVI dengan nilai USD 501,079 ribu (setara dengan Rp7,7 triliun).
Proses divestasi tersebut membuat MIND ID menerbitkan Obligasi 2025, Obligasi 2030, dan Obligasi 2050 pada 15 Mei 2020 sebesar USD 2,5 miliar (setara dengan Rp 37,2 triliun) melalui pencatatan di Singapore Exchange Securities Trading Ltd.
Direktur Keuangan MIND ID Akhmad Fazri mengatakan, saat ini pihaknya diperkirakan menggunakan keuangan perusahaan untuk membeli saham yang didivestasikan PTVI kepada pemerintah melalui MIND ID.
“Mungkin dari internal cash kita, karena deviden PT Freeport Indonesia sudah cukup besar,” kata Fazri usai RDP dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (29/8/2023).
MIND ID memperkirakan harga dari saham yang didivestasikan PTVI sebesar Rp7 triliun rupiah, namun hal tersebut belum pasti karena belum ada ketetapan harga dan besaran persentase saham.
Pembelian divestasi saham PTVI, MIND ID meyakini keuangannya masih kuat dengan adanya deviden dari anak-anak usahanya. Opsi penerbitan obliasi pada tahun 2020 lalu kecil kemungkinan digunakan kembali.
“Kita internal cash masih ada, nanti kita lihat sisanya, karena kita dapet deviden dari berberapa. Kemaren dari PT Bukit Asam, PT Timah, dan PT Freeport Indonesia juga regular tiap tiga bulan, ada internal cash kita,” jelas Fazri.
MIND ID optimis dapat menjadi saham pengendali, proses perpanjangan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berakhir pada Desember 2020, membuat pemerintah punya kekuatan untuk bisa saja tidak memberikan perpanjangan kontrak tersebut.
“Sepanjang kita kendali dan kita bisa mengarahkan bisnis dari bisnis development, menjalankan aspirasi pemerimntah untuk hilirisasi, arahnya kan emang kesitu mandat pemerintah untuk downstreaming di industri,” jelasnya.
Saat ini MIND ID hanya memiliki 20 persen saham, dan tidak memiliki hak pengendalian dari sisi keuangan dan operasioanal. Hak pengendali sangat berperan penting untuk kemajuan bisnis MIND ID untuk memberikan arahan.
“Saat ini kita tidak punya kontrol, jadi untuk mendorong pembangunan smelter dan eksploitasi konsesi yang masih banyak belum ngontrol. Kalau kita jadi pengendali, kita lebih bisa mengendalikan dan memberikan arahan dari sisi strategic,” katanya. (Louis/Rd)





