PT Vale Masih Sembunyikan Harga Saham Divestasi

Jakarta, BN Nasional – Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan PT Vale Indonesia Tbk belum juga menyampaikan harga penawaran divestasi saham yang saat ini masih berjalan. Sejatinya sudah bisa melakukan penawaran kepada pemerintah sejak Maret 2023 lalu.

“Sesuai dengan UU 3 2020, di mana persyaratan minimum 51 persen, menjadi persyaratan untuk perpanjangan, Vale sudah menyatakan proses divestasi dapat dimulai, ini pada tanggal 31 Januari 2023. Untuk itu, maka disarankan kepada Vale untuk bisa menawarkan kepada pemerintah sejak Maret 2023,” kata Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (13/6/2023).

Sebelumnya, Arifin juga mengungkapkan bahwa Vale telah membuka peluang untuk mendivestasikan sahamnya kepada Indonesia, bahkan lebih dari 11 persen. Namun syaratnya, Vale menginginkan pengendalian operasional dan konsolidasi finansial.

Baca juga  DEWG Presidensi G-20 Jadikan Konektivitas Digital Sebagai Isu Prioritas

“Hasil rapat 4 Mei 2023 terkait divestasi, Vale membuka peluang divestasi saham lebih besar dari 11 persen, dengan hak pengendalian operasional, dan financial consolidation,” katanya.

Tak hanya Vale, Arifin menyebut, Holding BUMN pertambangan MIND ID juga menginginkan pengendalian operasional.

“MIND ID juga menginginkan hal pengendalian operasional dan financial consolidation,” katanya.

Oleh sebab itu, Arifin menilai, MIND ID meminta dukungan pemerintah dalam proses negosiasi melalui momentum perpanjangan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). (Louis/Rd)