Jakarta, BN Nasional – PT Pertamina (Persero) pastikan stok dan penyaluran LPG 3 kg melalui agen dan pangkalan tetap berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Alfian Nasution mengatakan, secara mendasar stok LPG 3 kg berkisar di level 14 hari. Artinya, stok tersebut bisa terbilang aman dan PT Pertamina berkomitmen untuk menjaga stok di kisaran 14-15 hari hingga akhir tahun ini.
“Ketahanan stok ini akan terus kami lakukan dengan cara baik produksi dalam negeri maupun impor, kami yakin itu bisa menahan di posisi 14-15 hari,” kata Alfian, Kamis (3/8/2023).
Adapun untuk pasokan LPG 3 kg sepanjang Juli 2023 berada di angka 700.000 metrik ton (MT). Angka itu, sambung Alfian, sedikit di atas capaian penjualan yang mencapai 690.000 MT atau meningkat 5% dari sales sepanjang Juni 2023.
“Jadi pasokan yang telah dilakukan bulan Juli pada dasarnya ditambah 55% pada Juni lalu,” jelas dia.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan merinci Jawa Barat dan Jawa Bagian Tengah menjadi wilayah dengan transaksi LPG 3 kg terbesar sepanjang Juli 2023, bahkan hingga akhir bulan. Secara keseluruhan, transaksi tertinggi terjadi pada 31 Juli 2023 dengan penjualan 1,2 juta tabung LPG 3 kg.
Riva menyebut meski kedua wilayah itu menjadi kawasan dengan transaksi tertinggi, kelangkaan dapat dihindari mengingat Jawa Barat punya 36.000 pangkalan LPG dan Jawa Bagian Tengah punya 45.000 pangkalan LPG. Penambahan pangkalan di dua wilayah tersebut pun berada di tingkat 10%.
“Kita melihat dari ketersediaan kuota sehingga sangat penting pangkalan dibuat berimbang dengan kebutuhan konsumen,” jelas Riva.
Soal isu kurang lancarnya pendistribusian ataupun LPG 3 kg yang belum bisa dinikmati langsung oleh masyarakat, Riva menyebut pihaknya telah mengunjungi dan menginspeksi langsung ke lokasi dengan tren peningkatan demand.
Tim Regional Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan pemerintahan daerah terkait untuk mengunjungi bukan hanya ke pangkalan, tapi ke lokasi yang berpeluang mendapat penambahan jaringan penyaluran LPG 3 kg guna memastikan ketersediaan stok dan beroperasi melayani konsumen.
“Begitupun kita juga komunikasikan ke masyarakat, memberi keterangan dan informasi yang 100% benar bahwa LPG 3 kg ini tidak akan dikurangi dan diupayakan selalu tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Alfian mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk mengimplementasikan transformasi subsidi LPG 3 kg tepat sasaran sesuai SK Dirjen Migas Nomor 99 Tahun 2023, yakni penyaluran LPG 3 kg kepada masyarakat yang sudah terdata.
“Pelaksanaan sudah disampaikan dilakukan secara bertahap dan kami berharap bisa berjalan terus ke seluruh Indonesia,” katanya.
Riva Siahaan menganggap sistem pendataan lewat digitalisasi sangat penting untuk memastikan penyaluran LPG 3 kg yang tepat sasaran. PT Pertamina Patra Niaga pun ikut andil dalam tahapan-tahapan pendataan tersebut, dimana per 31 Juli 2023 sudah terdata sebanyak 6,7 juta konsumen.
“Sebagai perbandingan, transaksi harian mencapai 8,8 juta per hari dan per 31 Juli 2023 kami berhasil mendata 6,7 juta konsumen pengguna LPG 3 kg,” katanya. (Louis/Rd)





