JAKARTA, BNNASIONAL.COM
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengusulkan Indonesia menjadi bagian dari rencana pengembangan Super Grid di kawasan ASEAN.
Ini di harapkan dapat mengatasi masalah intermiten antarpulau dan mempromosikan konektivitas berbasis energi bersih yang lebih baik.
Kerja sama energi antara ASEAN dan China terus berkembang positif, meskipun di hadapkan pada tantangan global.
ASEAN telah di anggap sebagai mitra strategis dalam pembangunan, yang di harapkan akan memberikan dampak positif pada ekonomi kawasan tersebut. Integrasi ini di harapkan akan membantu dalam mengembangkan transisi energi bersih di ASEAN yang memiliki potensi yang sangat besar.
“Interkonektivitas (Super Grid) ini akan mengoptimalkan penggunaan sumber energi terbarukan dan menciptakan sistem energi berkelanjutan di seluruh Indonesia,” ungkap Arifin.
Indonesia negara geografis terdiri kepulauan yang kaya akan sumber daya energi terbarukan, dengan potensi lebih dari 3.600 Giga Watt (GW).
“Kami berencana mengembangkan 4,7 GW tenaga surya hingga tahun 2030, targetnya sekitar 421 GW dari total kapasitas pada tahun 2060,” jelasnya.
Selain mengenai gagasan Super Grid, Menteri Arifin juga menyoroti peran penting gas bumi dalam mempercepat transisi energi bersih. Penggunaan gas bumi terus di tingkatkan melalui berbagai program, termasuk pembangunan transmisi dan distribusi gas yang terintegrasi.
Juga pembangunan infrastruktur seperti Floating Storage Regasification Unit, Kilang, Terminal Liquid Natural Gas, gas kota, jaringan pipa, dan konversi pembangkit listrik dari bahan bakar diesel menjadi gas.
“Kami membuka peluang bagi perusahaan gas China untuk berinvestasi dalam pengembangan gas di Indonesia,” kata Arifin.
Selain itu, Menteri Arifin juga menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya mineral seperti nikel, bauksit, timah, dan tembaga, serta fasilitas pemurnian (smelter) yang sedang di kembangkan di dalam negeri.
“Posisi geografis yang strategis menjadikan Indonesia sebagai pusat hilirisasi mineral dan industri teknologi energi bersih,” tambahnya.
Arifin juga menekankan bahwa kolaborasi yang saling menguntungkan antara China dan ASEAN sangat penting dalam mengembangkan industri hilir yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(*)





