JAKARTA, BN NASIONAL
PRESIDEN Joko Widodo telah meresmikan Proyek Strategis Nasional Tangguh Train-3 di Teluk Bintuni, Papua Barat. Dengan kapasitas 3,8 juta ton per tahun, proyek ini menegaskan posisi Tangguh sebagai produsen gas terbesar di Indonesia.
“Proyek ini, yang menelan investasi sebesar 4,83 miliar dolar AS, akan meningkatkan kapasitas produksi LNG Tangguh menjadi 11,4 juta ton per tahun,” ucap Presiden Jokowi pada acara peresmian yang turut d ihadiri Menteri ESDM, Sekretaris Negara, dan Kepala SKK Migas.
Dengan resminya Tangguh Train-3, Indonesia semakin memantapkan langkahnya dalam memenuhi kebutuhan energi domestik dan mendukung inisiatif global terkait perubahan iklim.
Proyek ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan produksi gas nasional tetapi juga dalam penciptaan lapangan kerja, dengan 70% tenaga kerja berasal dari Papua dan Papua Barat.
“Pada tahun 2029, d iharapkan 85% tenaga kerja akan berasal dari lokal,” tambah Jokowi.
Selain proyek Tangguh Train-3, terdapat tiga proyek lain yang akan d iperkenalkan. Proyek Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) Ubadari akan mengoptimalkan penggunaan gas alam dengan lebih ramah lingkungan.
Proyek hilirisasi blue ammonia d irencanakan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
Sementara proyek di Lapangan Gas Alam Asap Kido Merah akan mendukung industri pupuk domestik.
“Proyek-proyek ini adalah langkah penting dalam usaha kita menuju kemandirian energi dan pencapaian target Net Zero Emissions,” ujar Jokowi.
Harapannya, dengan proyek-proyek ini, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan beralih ke energi yang lebih bersih serta ramah lingkungan.(*)





