JAKARTA, BN NASIONAL
PEMERINTAH Indonesia, lewat Kementerian ESDM, segera meresmikan 51 penyalur BBM satu harga di wilayah 3T, memperkuat implementasi Sila ke-5 Pancasila.
Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendorong pemerataan ekonomi.
Yakni melalui akses energi yang lebih luas.
“Akses energi yang merata ini d iharapkan mampu mendongkrak pembangunan ekonomi di daerah terpencil,” ujar Agus.
Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Kepala BPH Migas Erika Retnowati akan menghadiri peresmian tersebut.
Proyek ini mencakup 26 penyalur di Papua dan Maluku, 9 di Aceh, 11 di NTT, dan 5 di Kalimantan Tengah.
Program BBM Satu Harga, yang d iatur dalam Peraturan Menteri ESDM No. 36 tahun 2016, mengamanatkan BPH Migas untuk mengawasi dan menugaskan badan usaha dalam pembangunan penyalur BBM di lokasi terpilih.
“Tahun ini, pencapaian penyalur BBM Satu Harga telah mencapai 80, mendekati target tahunan 89 penyalur. Dan pada akhir 2024, d iharapkan 583 penyalur sudah beroperasi,” tambah Agus. Dari tahun 2017, sudah terdapat 503 penyalur yang aktif.
Harapan pemerintah, dengan inisiatif ini, masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati harga BBM yang setara dengan di perkotaan, yang d iharapkan akan meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian setempat.(*)





