Indonesia Perkuat Ketahanan Energi dengan Peresmian Tangguh Train-3 oleh Presiden Jokowi

PAPUA, BN NASIONAL

PRESIDEN Joko Widodo resmi memperkenalkan Tangguh Train-3, sebuah peningkatan signifikan dalam sektor energi Indonesia.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), proyek ini menandai upaya berkelanjutan Indonesia dalam menguatkan industri hulu minyak dan gas (migas).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menekankan pentingnya proyek ini dalam mencapai ketahanan energi nasional dan menunjang inisiatif transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Tak hanya Tangguh Train-3, Proyek Ubadari Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) juga akan mendukung progres ini sebagai CCS Hub pertama di Indonesia, menjanjikan penyimpanan CO2 hingga 1,8 Gt dan mengurangi emisi sebanyak 30 juta ton CO2 hingga 2035.

Selanjutnya, proyek hilirisasi gas alam menjadi low carbon ammonia akan menghasilkan 875 ribu ton/tahun Blue Ammonia, yang akan d igunakan untuk co-firing di pembangkit listrik dan pabrik baja.

Baca juga  Smelter Titanium PT Bersahaja Gunakan Listrik Demi Tekan Emisi Karbon

Proyek lainnya yang akan berkontribusi adalah Lapangan Gas Asap, Kido, Merah, dengan investasi USD3,37 milyar, akan memproduksi cadangan gas dan kondensat yang signifikan.

“Proyek-proyek ini menunjukkan ketangguhan industri hulu migas kita di tengah dinamika global dan nasional,” ungkap Arifin dalam peresmian di Kabupaten Bintuni, Papua Barat.

Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas, mengharapkan operasi penuh Tangguh Train-3 akan memperkuat neraca gas nasional dan mendukung kebutuhan domestik, menyokong pembangunan berkelanjutan.

Dengan investasi USD 4,83 miliar, Tangguh Train-3 tidak hanya meningkatkan produksi gas nasional tetapi juga memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Proyek ini juga mendukung komitmen Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan dan transisi energi yang bertanggung jawab.(*)