JAKARTA, BN NASIONAL.
PEMERINTAH telah menyetujui revisi kedua Plant of Development (PoD) Blok Migas Abadi Masela. Dengan demikian, pembangunan proyek tersebut dapat segera d imulai.
Kasatker Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, revisi kedua PoD I Blok Abadi Masela d isetujui 28 November 2023 lalu.
“Pengembangan Blok Masela butuh investasi US$ 19,8 miliar, estimasi ini d itambah dengan fasilitas carbon capture (CCS),” kata Dwi saat RDP dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (30/11/2023).
Potensi Blok Masela rencananya akan memproduksi 9,5 juta ton LNG pertahun atau 150 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) untuk gas pipa untuk dialirkan ke industri petrokimia atau pupuk di wilayah sekitar. Kemudian 35.000 barel kondensat per hari.
Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, setelah terbitnya PoD, pemerintah akan langsung melakukan percepatan sehingga keputusan akhir investasi atau final investment decision (FID) segera rampung.
“Langsung d ilakukan planning untuk dilakukan pengeboran. Langsung program di PoD itu secepat mungkin, khan tinggal d ilakukan pengeboran ngebor-ngebor itu kan sudah ada modelnya,” kata Tutuka saat d itemui di Kementerian ESDM, Jumat (1/12/2023).
“FID nya sudah d ikerjakan tinggal minta percepatan. Persiapan persiapan itu yang paling utama adalah untuk menentukan fasilitasnya bagaimana, terus kemudian kalau mau d ibor lagi di mana lagi,” jelas Tutuka.
Dalam PoD tersebut, terdapat penambahan investasi untuk CCS sebesar US$ 1 miliar.
“Termasuk itu nanti ada planning untuk gas nya itu d ibawa ke pengolahannya di darat, terus nanti Co2 nya yang keluar d imasukan lagi ke dalam, balik lagi ada pipa lagi ke situ.,” jelasnya.
Pemerintah berharap, proyek Blok Migas Abadi Masela dapat memberikan manfaat bagi perekonomian nasional, baik secara langsung maupun tidak langsung.(*)





