JAKARTA, BN NASIONAL
Kementerian ESDM melakukan integerasi komoditas nikel dan timah ke dalam Sistem Informasi Mineral dan batubara antara Kementerian dan lembaga (Simbara). Salah satu tujuannya untuk membuat pelaku usaha patuh.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, Simbara saat ini mengintegerasikan nikel dan timah. D iharapkan komoditas mineral lainnya bisa terintegerasi dalam Simbara.
“Manfaat Simbara, pertama optimalisasi penerimaan negara, kemudian peningkatan pelaku usaha dan efektivitas pengawasan bersama antar Kementerian dan Lembaga,” kata Arifin dalam Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2023 di Kementerian ESDM, Senin (15/1/2023).
Aplikasi Simbara merupakan aplikasi pengawasan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan tata niaga mineral dan batubara. Selain itu, Simbara merupakan rangkaian proses tata kelola minerba dari hulu ke hilir, termasuk pemenuhan kewajiban pembayaran dan proses clearance di pelabuhan.
“Terwujudnya ekosistem yang mampu mengawasal kebijakan pemeirntah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha melalui single entery data,” jelas Arifin.
Simbara telah aktif sejak September 2023 yang merupakan bentuk sinergi dari Kementerian dan Lembaga untuk tata kelola yang lebih baik. Terdapat ekosistem pengawasan terintegerasi bagi seluruh aplikasi pengolahan dan pengawasan serta menjadi muara data minerba.
“Pemanfaatan Satu Data minerba yang andal dan akurat lintas Kementerian dan Lembaga,” ujar Arifin.
Simbara mengintegerasikan proses mulai dari single identity dari wajib pajak dan wajib bayar, proses perizinan tambang, rencana penjualan, verifikasi penjualan, pembayaran PNBP, serta ekspor dan pengangkutan atau pengkapalan, dan devisa hasil ekspor.(*)





