BN Nasional – PT IndoSterling Technomedia (Tech) berusaha mengambil peran nyata dalam mempercepat proses digitalisasi dan optimalisasi pembelajaran di perguruan tinggi di Indonesia dengan menggandeng Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) dan meluncurkan Edufecta.
“Kami sadar dalam masa seperti sekarang, kebutuhan teknologi sudah menjadi keniscayaan. Di sinilah Edufecta hadir untuk memberikan solusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan tinggi Indonesia. Di mana melalui platform digitalisasi yang dikembangkan ini, kampus bisa dengan mudah menyediakan sistem informasi yang dibutuhkan oleh perguruan tinggi dalam mendukung proses belajar mengajar di perguruan tinggi swasta,” ungkap CEO PT Tech Ucu Komarudin, saat ditemui di Kampus Gunadarma Tangerang, Rabu (30/3/2022).
CEO PT Tech Billy Adrian, turut menambahkan program Edufecta yang dihadirkan ini juga disambut baik oleh Aptisi. Program ini bisa membantu kampus-kampus di seluruh Indonesia beralih pada sistem digitalisasi dan membantu pengembangan pengelolaan kampus.
“Sejauh ini ada lebih dari 160 perguruan tinggi swasta dapat menikmati manfaat Edufecta selama 5 tahun. Program percepatan digitalisasi kampus ini merupakan program hibah bernilai Rp 5 miliar dan di tahun 2022 ini kita juga berharap program ini akan bisa dinikmati oleh kampus lainnya yang memang banyak yang belum beralih ke sistem pengelolaan digital. Dan bersyukur program ini juga didukung oleh Kemdikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi),” tandasnya.
Ketua Umum Apisi, M Budi Djatmiko, mengapresiasi langkah peluncuran Edufecta sebagai program digitalisasi kampus. Pasalnya, ini akan bisa meningkatkan dunia pendidikan tinggi di masyarakat. Aptisi hingga saat ini punya anggota 4.000 perguruan tinggi dan setengahnya masih mengandalkan program manual untuk menggerakkan roda pendidikan tingginya.
“Pihak swasta menjadi salah satu komponen stakeholders penting untuk bisa memajukan dunia pendidikan kita. Rasanya kehadiran dari Edufecta ini menjadi respons positif bagi dunia pendidikan tinggi kita yang memang harus cepat berganti program digitalisasi untuk mempermudah perguruan tinggi dan mahasiswanya mendapatkan proses pendidikan yang lebih baik dan bisa meningkatkan akreditasi kampus tersebut,” tambah Budi.
Mendikbudristek, Nadiem Makarim menyambut baik program Edufecta yang diluncurkan PT Tech bekerja sama Aptisi. Nadiem berharap program ini bisa meningkatkan pengembangan pengelolaan kampus agar beralih ke program digital.
“Kampus-kampus di Indonesia harus lebih semangat dan tanggap dengan perubahan. Para Mahasiswa kita harus lebih merdeka untuk belajar hal-hal yang sesuai dengan minatnya, tidak lagi dibatasi oleh jurusan atau prodi. Dengan program ini, para pimpinan dan perguruan tinggi harus menggerakan perubahan sistem management kampus dengan proses digitalisasi dan bisa mempersiapkan pendidikan cemerlang di masa depan demi mewujudkan merdeka belajar,” tukas Nadiem.
Sumber.
Sumber





