31.1 C
Jakarta

Arbi Leo dan Mawang, Membawa Budaya Bangka ke Layar Lebar

Published:

BANGKABELITUNG, BN NASIONAL

Setelah sukses besar dengan film “Martabak Bangka,” Arbi Leo, putera daerah asal Pulau Timah, kembali menunjukkan kepiawaiannya di dunia perfilman. Kali ini, ia hadir dengan sebuah karya horor bertajuk “Mawang: Jangan Sebut Namanya.” Film ini berlatar belakang hutan di Bangka dan mengisahkan penelitian sekelompok mahasiswa dari Bogor mengenai pohon Hutan Pelawan di Bangka.

Dalam premiere yang berlangsung di LTDX 9 Cinema Sungailiat pada Sabtu malam (1/6/2024), Arbi Leo, selaku Eksekutif Produser, mengungkapkan visinya melalui film ini. D ibintangi oleh Aldi Taher sebagai Abas dan d isutradarai oleh Iqbal Rachman, “Mawang: Jangan Sebut Namanya” d iharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Bangka Belitung ke mata dunia.

“Lewat film ini, saya ingin adat istiadat dan budaya Bangka Belitung d ikenal oleh masyarakat luas. Terlebih lagi, talenta anak muda kita luar biasa dan kita wajib mendorong mereka untuk terus berkarya,” ujar Arbi Leo dengan penuh semangat saat konferensi pers.

Produksi film ini bukan tanpa tantangan. Dengan biaya yang tidak sedikit, Arbi berharap hasil kerja kerasnya dapat d iterima baik oleh masyarakat, terutama masyarakat Bangka Belitung. “Ini adalah investasi besar, baik dari segi finansial maupun budaya. Kami berharap masyarakat dapat menerima dan menghargai karya ini,” tambahnya.

Sutradara Iqbal Rachman menjelaskan bahwa film “Mawang: Jangan Sebut Namanya” mengangkat berbagai mitos yang ada di Bangka Belitung. Dari legenda mistis rakyat Bangka hingga tarian tigel yang mulai d itinggalkan karena penuh dengan ritual, semua d ihadirkan dalam film ini.

“Kami mengangkat budaya Bangka Belitung yang saat ini sudah mulai d itinggalkan anak muda. Dalam film ini, semua mitos di Bangka Belitung ada di sini,” kata Iqbal. Ia berharap film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya lokal.

Melalui “Mawang: Jangan Sebut Namanya,” Arbi Leo dan timnya tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga sebuah upaya nyata untuk merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya Bangka Belitung. Ini adalah sebuah pesan kuat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya di tengah modernisasi yang semakin pesat.

Dengan segala upaya dan dedikasi yang d ituangkan, Arbi Leo berharap film ini menjadi batu loncatan bagi para sineas muda di Babel dan sekitarnya, membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat, tidak ada yang tidak mungkin.

“Ini adalah bentuk cinta saya kepada tanah kelahiran dan anak-anak muda di sini. Kita harus bangga dan berani menunjukkan siapa kita sebenarnya,” tutup Arbi dengan penuh keyakinan.**

Related articles

Recent articles

spot_img