Kafein hadir dalam berbagai makanan dan minuman dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi kebanyakan individu. Namun, konsumsi berlebihan menimbulkan risiko kesehatan, dengan batas aman yang berbeda-beda pada setiap orang. FDA memberikan pedoman konsumsi kafein, memperingatkan terhadap tingkat asupan yang tinggi, terutama pada anak-anak dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurut para ilmuwan di FDA, kafein dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi kebanyakan orang, namun terlalu banyak kafein dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan Anda.
Apakah Anda hanya minum satu cangkir kopi atau teh di pagi hari, dengan harapan kafein di dalamnya akan mengawali hari Anda? Apakah Anda melanjutkannya dengan satu atau dua minuman berkafein dan kemudian minum beberapa cangkir kopi lagi sepanjang hari?
Apakah itu penting?
Menurut para ilmuwan di FDA, kafein dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi kebanyakan orang, namun terlalu banyak kafein dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan Anda. Bergantung pada faktor-faktor seperti berat badan, obat-obatan yang Anda minum, dan sensitivitas individu, “terlalu banyak” dapat bervariasi dari orang ke orang.
Pelajari lebih lanjut tentang kafein dalam pertanyaan dan jawaban berikut.
1. Jenis makanan dan minuman apa saja yang mengandung kafein?
Kafein dapat ditemukan secara alami pada tanaman yang kita gunakan untuk membuat kopi, teh, dan coklat. Ini juga ditemukan di beberapa tanaman yang digunakan sebagai penyedap rasa, seperti guarana, atau teh alternatif yang populer di Amerika Selatan, seperti yerba mate. (Ilex paraguariensis) Dan Ilex guayusa.
Kafein juga dapat ditambahkan sebagai bahan makanan dan minuman.
Bolehkah anak mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein?
Minuman energi bisa mengandung lebih dari dua kali lipat kafein dalam jumlah yang sama dengan kopi. American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa “ada peningkatan kesadaran akan risiko penggunaan, penyalahgunaan, dan bahkan keracunan kafein pada anak-anak dan remaja.”* Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk mendapatkan nasihat mengenai konsumsi kafein anak Anda.
*Minuman Olahraga dan Minuman Energi untuk Anak dan Remaja: Apakah Tepat? American Academy of Pediatrics Juni 2011
2. Bagaimana cara mengetahui kandungan kafein dalam suatu makanan atau minuman?
Banyak makanan kemasan, termasuk minuman dan suplemen makanan yang mengandung kafein, secara sukarela memberikan informasi pada label mengenai berapa banyak kafein yang dikandungnya. Konsumen harus berhati-hati saat pertama kali mengonsumsi makanan kemasan baru yang mengandung tambahan kafein jika jumlah kafein dalam makanan tersebut tidak disebutkan pada label.
Ada beberapa database online yang memberikan perkiraan kandungan kafein pada makanan dan minuman tertentu seperti kopi dan teh. Namun, jumlah minuman yang diseduh dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti bagaimana dan di mana biji kopi dan daun teh ditanam dan diproses serta bagaimana produk minuman tersebut disiapkan.
Sebagai referensi, sekaleng minuman ringan berkafein seberat 12 ons biasanya mengandung 30 hingga 40 miligram kafein, secangkir teh hijau atau hitam seberat 8 ons 30-50 miligram, dan secangkir kopi 8 ons yang mendekati 80 hingga 100. miligram. Kafein dalam minuman energi berkisar antara 40-250 mg per 8 ons cairan.
https://www.youtube.com/watch?v=4Yy6jKPBC3U
3. Jika kopi atau teh bertuliskan “tanpa kafein”, apakah itu berarti tidak mengandung kafein?
Tidak. Kopi dan teh tanpa kafein memiliki lebih sedikit kafein dibandingkan kopi dan teh biasa, namun masih mengandung sedikit kafein. Misalnya, kopi tanpa kafein biasanya mengandung 2-15 miligram dalam cangkir 8 ons. Jika Anda bereaksi negatif terhadap kafein, Anda mungkin ingin menghindari minuman ini sama sekali.
4. Berapa banyak kafein yang terlalu banyak?
Untuk orang dewasa yang sehat, FDA menyebutkan 400 miligram sehari—yaitu sekitar empat atau lima cangkir kopi—sebagai jumlah yang umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif dan berbahaya. Namun, ada variasi yang luas dalam hal seberapa sensitif orang terhadap efek kafein dan seberapa cepat mereka memetabolisme (menguraikannya).
Kondisi tertentu cenderung membuat orang lebih sensitif terhadap efek kafein, begitu pula beberapa obat. Selain itu, jika Anda sedang hamil, mencoba untuk hamil, atau menyusui, atau mengkhawatirkan kondisi atau pengobatan lain, sebaiknya bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang apakah Anda perlu membatasi konsumsi kafein.
FDA belum menetapkan batasan tersebut untuk anak-anak, namun American Academy of Pediatrics melarang konsumsi kafein dan stimulan lainnya oleh anak-anak dan remaja.
5. Bagaimana Anda tahu jika Anda mengonsumsi kafein lebih banyak daripada yang bisa Anda toleransi?
Mengonsumsi kafein secara berlebihan dapat menyebabkan:
- insomnia
- kegelisahan
- keadaan darurat
- detak jantung cepat
- sakit perut
- mual
- sakit kepala
- perasaan tidak bahagia (disforia)
6. Apakah kafein berbahaya bagi kesehatan?
FDA memperkirakan efek racun, seperti kejang, dapat diamati dengan konsumsi cepat sekitar 1.200 miligram kafein, atau 0,15 sendok makan kafein murni.
Produk kafein murni dan dengan konsentrasi tinggi menimbulkan ancaman kesehatan masyarakat yang signifikan dan telah menyebabkan setidaknya dua kematian di Amerika Serikat. FDA telah mengambil tindakan untuk melindungi konsumen dari produk ini.
Produk-produk ini, sering kali diberi label sebagai suplemen makanan, terdiri dari kafein murni atau dengan konsentrasi tinggi dalam bentuk bubuk atau cair dan sering kali dipasarkan dalam kemasan massal hingga ribuan porsi per wadah, sehingga mengharuskan konsumen untuk mengukur porsi yang aman dari apa yang bisa dikonsumsi. produk massal dalam jumlah yang beracun atau bahkan mematikan.
Risiko overdosis kafein meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi kafein dalam produk, yang berarti bahkan dosis kecil dari produk dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan efek berbahaya. Hanya satu sendok teh kafein bubuk murni dapat mengandung jumlah kafein yang sama dengan 28 cangkir kopi, dan setengah cangkir produk kafein cair dengan konsentrasi tinggi setara dengan lebih dari 20 cangkir kopi. Ini adalah jumlah beracun yang dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius, termasuk kematian.
7. Apakah minum banyak kafein bisa menggantikan tidur?
Tidak. Kafein adalah stimulan, yang mungkin membuat Anda lebih waspada dan terjaga, namun kafein bukanlah pengganti tidur. Biasanya, diperlukan waktu 4 hingga 6 jam bagi tubuh Anda untuk memetabolisme setengah dari apa yang Anda konsumsi. Jadi, secangkir kopi saat makan malam mungkin bisa membuat Anda tetap terjaga menjelang tidur.
8. Bagaimana cara mengurangi kafein tanpa menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan?
Jika Anda terbiasa meminum minuman yang mengandung kafein setiap hari, dan ingin menguranginya, sebaiknya lakukan secara bertahap. Berhenti tiba-tiba dapat menyebabkan gejala penarikan diri seperti sakit kepala, kecemasan, dan kegugupan. Tidak seperti penghentian opioid atau alkohol, penghentian kafein tidak dianggap berbahaya, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Anda mungkin ingin berbicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang cara menguranginya.





