Dikunjungi Putin, India Siap Produksi 600.000 Senapan AK

by admin
2 minutes read

Jakarta, BN Nasional — Putin melakukan perjalanan ke India dengan menteri pertahanan dan luar negeri untuk memperkuat hubungan bilateral dengan pakta kerja sama militer dan teknis hingga 2031. Putin juga berjanji untuk meningkatkan perdagangan tahunan menjadi US$30 miliar (Rp 431 triliun) pada 2025.

Presiden Rusia mengunjungi India di tengah hubungan yang semakin tegang antara Rusia dan Amerika Serikat (AS), yang juga merupakan sekutu penting India. AS telah menyatakan keberatannya tentang kerja sama militer yang berkembang antara Moskwa dan New Delhi.

Satu pernyataan bersama yang diterbitkan setelah pembicaraan menyatakan Rusia dan India telah menegaskan kembali niat kedua negara untuk memperkuat kerja sama pertahanan, termasuk dalam pengembangan bersama produksi peralatan militer.

Selain kesepakatan bagi India untuk memproduksi senapan serbu AK-203, Rusia menyatakan tertarik untuk terus menyediakan sistem rudal pertahanan udara S-400.

Menteri Luar Negeri India Harsh Vardhan Shringla mengatakan kedua negara telah menandatangani 28 pakta investasi, termasuk kesepakatan pada baja, pembuatan kapal, batu bara dan energi. Dia menambahkan bahwa kontrak 2018 untuk sistem rudal S-400 saat ini sedang dilaksanakan.

“Pasokan sudah dimulai bulan ini, dan akan terus terjadi,” katanya, mengacu pada S-400.

Kesepakatan dengan Moskwa menempatkan India pada risiko sanksi dari Amerika Serikat di bawah undang-undang AS tahun 2017 yang bertujuan untuk mencegah negara-negara membeli perangkat keras militer Rusia.

Perusahaan minyak Rusia Rosneft mengatakan telah menandatangani kontrak dengan Indian Oil untuk memasok hingga 2 juta ton minyak ke India pada akhir 2022.

Negara-negara tersebut juga menandatangani nota kesepahaman bagi Rusia untuk mengirim pasokan batu bara tanpa gangguan ke India untuk mendukung produksi bajanya, di antara kesepakatan lainnya.

Putin dan Modi juga membahas situasi di Afghanistan, menyuarakan komitmen mereka untuk memastikan bahwa negara itu tidak akan pernah menjadi tempat yang aman bagi terorisme internasional.

Sumber.

related posts