Diserang Pemberontak, 7.000 Warga Kongo Mengungsi ke Uganda

Jakarta, BN Nasional – Esther Anyakun, Menteri Negara untuk Bantuan, Kesiapsiagaan Bencana dan Pengungsi mengatakan para pengungsi menyeberang ke Uganda pada 2 Februari melalui distrik Bundibugyo di Uganda barat dan sedang ditangani dan diteruskan ke pusat-pusat penerimaan pengungsi.

“Pemberontak dilaporkan juga masuk ke apotek dan toko untuk mengamankan obat-obatan dan bahan makanan membuat panik terutama di pusat perdagangan Nobil,” kata menteri.

Anyakun menambahkan sekitar 76 rumah tangga dari 339 individu direlokasi pada hari pertama dari titik perbatasan Busunga ke pusat penerimaan Bubukwanga.

“Pengungsi diperiksa oleh keamanan di kantor dewan kota Busunga dan mereka yang membutuhkan kesehatan menerima pertolongan pertama dari Tim Medis Internasional, mitra pelaksana kesehatan kami di lapangan,” kata Anyakun.

Menteri mengatakan pemberontak menyerang pusat perdagangan Nobil, Kamango dan Jiapande, beberapa kilometer dari titik perbatasan Busunga di distrik Bundibugyo.

Baca juga  Campuran calon yang tidak biasa berbaris untuk pemilihan dewan sekolah pertama di Chicago musim gugur ini

Pada November, militer Uganda meluncurkan operasi bersama dengan pasukan Kongo melawan ADF. Sejauh ini, beberapa kamp pemberontak telah dikuasai oleh pasukan gabungan. Menurut militer Uganda, pasukan gabungan telah meninggalkan milisi tersebar di lokasi yang berbeda.

Pada Rabu, militer Uganda memperingatkan warga sipil yang tinggal di daerah perbatasan agar tidak menampung warga Kongo yang melarikan diri tanpa diperiksa oleh otoritas garis.

Menurut militer, beberapa orang yang melarikan diri bisa jadi adalah pemberontak ADF yang berpura-pura menjadi pengungsi.

ADF, afiliasi dari Negara Islam di Afrika tengah, adalah kelompok pemberontak Uganda yang bersembunyi di DRC timur.

Sumber.