TANJUNGPANDAN, BN NASIONAL
Di tengah keremangan malam, sebuah legenda kuno dari Pulau Bangka kembali bangkit menghantui. “Mawang: Jangan Sebut Namanya”, sebuah film garapan Bersahaja Entertainment, merenggut perhatian publik dengan kisah horornya yang mencekam dan kental akan budaya lokal.
Gala Premier yang Mencekam
Tepat pada Minggu malam, 2 Juni 2024, gema teror Mawang menggema di Bioskop NSC Meirobie, Tanjung Pandan, Belitung. Gala premier film ini d ihadiri oleh sederet nama ternama, termasuk Eksekutif Produser Arbi Leo, aktor Aldi Taher, dan para pemain film. Kehadiran Erzaldi Rosman Johan, Melati, dan Isyak Mierobie, selaku pemilik bioskop, semakin menambah kemeriahan acara.
Arbi Leo, sang Eksekutif Produser, dengan penuh semangat mengungkapkan bahwa “Mawang” bukan sekadar film horor biasa. Film ini merupakan persembahan budaya Bangka Belitung, mengangkat legenda Mawang yang telah lama tertanam dalam kepercayaan masyarakat setempat.
“Lebih dari sekadar hiburan, film ini d iharapkan dapat mempromosikan budaya Bangka Belitung dan mendukung kemajuan pariwisata di sini,” ungkap Arbi Leo.
Perpaduan Kearifan Lokal dan Ketegangan Mencekam
Tak hanya mengangkat legenda, “Mawang” juga menampilkan keindahan panorama alam Pulau Bangka dan adat istiadat daerahnya. Perpaduan budaya lokal yang kaya dan sentuhan horor yang mencekam inilah yang menjadi daya tarik utama film ini.
“Film Mawang mengajak penonton menjelajahi budaya, keindahan alam, dan adat istiadat Bangka, sekaligus merasakan sensasi teror Mawang yang menegangkan,” tutur Arbi Leo.
Aktor Aldi Taher, yang turut membintangi film ini, mengaku antusias dengan perannya. “Saya bangga bisa terlibat dalam film Mawang ini. Bagi yang penasaran dengan sosok hantu Mawang, langsung saja ke bioskop dan rasakan sensasi terornya sendiri!” ajaknya.
Dukungan Penuh dari Bangka Belitung
Erzaldi Rosman Johan, Gubernur Bangka Belitung, memberikan apresiasi penuh terhadap film ini. Baginya, “Mawang” merupakan bukti inovasi dan kreatifitas anak bangsa, khususnya putra-putri Bangka Belitung.
“Kehadiran film Mawang menunjukkan bahwa Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam industri film. Saya yakin film ini dapat memajukan pariwisata di Bangka Belitung,” ungkap Erzaldi.
Isyak Meirobie, selaku pemilik Bioskop NSCMeirobie, turut bangga dengan hadirnya “Mawang”. Ia berharap film ini dapat mengangkat budaya Bangka Belitung dan membangkitkan kembali pariwisata di Pulau Belitung.
“Semoga film Mawang ini bisa d ikenal dan laku di pasar global dan lokal. Kita semua patut memberikan apresiasi kepada Arbi Leo dan timnya yang telah berani berkarya dan terus memproduksi film berkualitas,” pungkasnya.
Mawang: Sebuah Pengalaman Horor yang Tak Terlupakan
“Mawang: Jangan Sebut Namanya” bukan sekadar film horor biasa. Film ini adalah perpaduan budaya lokal yang kaya, keindahan alam yang memukau, dan teror mistis yang mencekam. Bagi para pecinta film horor, bersiaplah untuk merasakan sensasi teror yang tak terlupakan. Film ini wajib d itonton!*





