Jakarta, BN Nasional – Menjelang berakhirnya Kontrak Karya PT Vale Indonesia Tbk yang akan habis pada 28 Desember 2025 masih berada di ambang perpanjangan. Kementerian ESDM menilai PT Vale dalam pengelolaan pertambangannya masih belum optimal.
Perusahaan yang sudah beroperasi di Indonesia sejak 1986 dengan luas 118.017 hektar juga dinilai masih belum dapat memberikan kontribusi yang besar kepada daerahnya Sulawesi Tengah.
“Itu kan persoalan dari dulu yang muncul, tapi kan mereka yang lebih tahu semua rencana pengelolaan wilayah, kan sudah mereka masukkan di Ditjen Minerba,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif kepada wartawan, Jakarta, Jumat (03/03/2023).
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura meminta kepada PT Vale untuk memberikan wilayah pertambangan di Sulawesi Tengah sebanyak 5000 hektar dari 22.699 hektar yang dimiliki PT Vale.
“Kalau diperpanjanga mintalah bagian dari 22 ribu kasihlah kami 5000 dari apa yang dibilang bagi hasil itu,” kata Rusdy kepada wartawan, Jakarta, Senin (6/3/2023).
Menurutnya, sektor pajak menjadi penopang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Tengah yang sebelumnya hanya Rp 900 miliar menjadi Rp 1,7 triliun bukan didominasi nikel.
“PAD kami tadinya 900 miliar, baru sekarang naik dari pajak menjadi 1,7 triliun,” katanya.
Rusdy berharap kepada PT Vale dapat memberikan 50% dari lahan yang ada kepada Perusahaan Daerah/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Itu yang kita harapkan, kemarin di Kalimantan Gubernur meminta 50% dari hasil tambang untuk daerah. Jangan lagi menjadi permasalahan menjadi pemberontakan. Vale cobalah memberikan kita, sehingga perusahaan daerah bisa mencari,” katanya.
BUMD Sulawesi Tengah siap untuk mengelola lahan dari PT Vale, banyak pihak yang dapat diajak kerja sama untuk mengelola lahan demi kemakmuran masyarakat sekitar.
“BUMD siap, kasih aja perusahaan daerah kalau sama dengan perusahaan nasional. Bisa (dana), ada bank daerah. Bisa kita join dengan swasta yang ada. Kalau enggak, kita join dengan china,” jelasnya. (Tr/Rd)





